SIMALUNGUN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mulai memperbaiki ruas jalan terdampak bencana alam longsor di Nagari (Desa) Raja Maligas.
“Kami dari Pemerintahan Kabupaten Simalungun telah meninjau lokasi tanah longsor yang diakibatkan tingginya curah hujan,” kata Kepala BPBD, Mudahalam Purba, Minggu (8/10/2017).
Mudahalam menilai, kerusakan ruas jalan yang disebabkan tingginya curah hujan tergolong sangat buruk, sehingga membutuhkan penanganan maksimal. Hujan yang masih melanda wilayah Kabupaten Simalungun, termasuk di Kecamatan Hutabayu Raja, lokasi longsor, membutuhkan waktu lebih lama untuk pelaksanaannya.
“Untuk penyelesaiannya bisa mencapai dua hingga tiga bulan. Hitungan ini dilihat dari tingginya curah hujan yang terus terjadi di Simalungun,” kata Mudahalam.
Topografi wilayah Kabupaten Simalungun yang berbukit-bukit atau pegunungan dan banyaknya aliran sungai menjadikan daerah itu rawan longsor. Untuk itu, BPBD berkoordinasi dengan pemerintahan kecamatan dan pedesaan mengimbau warga yang berada di zona rawan bencana lebih meningkatkan kewaspadaan diri.
Bupati Simalungun, JR Saragih, menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintahan segera bergerak mengatasi persoalan tanah longsor. “Bila tak dikerjakan dengan cepat, maka pertumbuhan perekonomian masyarakat akan terhambat,” kata Bupati. (Ant)