BPBD Kalteng Akui Ada 715 Titik Panas

PALANGKA RAYA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah mencatat selama Januari hingga September 2017, jumlah titik panas yang terpantau mencapai 715 dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan sebanyak 239 kasus.

Luas hutan dan lahan yang terbakar sampai bulan September mencapai 952 hektare namun indeks pencemaran udara atau kualitasnya masih dalam kondisi baik,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalteng Darliansjah di Palangka Raya, Rabu (4/10).

“Mudah-mudahan sampai dengan dicabutnya status siaga darurat, tingkat indkes standar pencemaran udara atau ISPU di Kalteng tetap dalam kondisi baik. Sebab, kondisi ISPU salah satu paremeter yang dipantau oleh pihak internasional,” tambahnya.

Dia mengakui bahwa pada September 2017 terjadi peningkatan yang signifikan terhadap titik panas dan kejadian karhutla di mana pada September titik panas yang terpantau mencapai 444 titik dan kejadian kebakaran sebanyak 161 kasus.

Darliansjah mengatakan terus berupaya keras melakukan pencegahan dan penanganan terhadap lokasi yang rawan terjadi ataupun telah terbakar. Langkah yang dilakukan dengan rutin melakukan pemantauan ke berbagai lokasi, mendatangi langsung lokasi terbakar serta melaksanakan rekayasa cuaca.

“Kami dari tanggal 26 September sampai 1 Oktober 2017, kami telah menyebar sekitar 5,6 ton garam sebagai upaya memicu terjadinya hujan buatan. Ini dilakukan karena ada beberapa lokasi yang sulit dijangkau dalam melakukan pemadaman secara langsung,” katanya.

Plt Kepala BPBD Kalteng ini pun berharap semua pihak untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi terjadinya Karhutla sebab sekarang ini sudah memasuki kemarau yang sangat memungkinkan mudahnya hutan ataupun lahan terbakar.

“Kami mengimbau warga agar tidak membakar lahan, dan tolong memberikan informasi atau lokasi yang terbakar kepada BPBD Kalteng. Atau setidaknya aparat kepolisian terdekat agar segera dilakukan pemadaman,” kata Darliansjah (Ant).

Lihat juga...