Bolu Peca dan Barongko, Si Manis Legit dari Bugis

MAKASSAR — Jajanan manis sampai saat ini masih digemari banyak kalangan. Di Sulawesi Selatan, ada dua kue tradisional yang menjadi andalan, yakni bolu peca dan barongko. Dua kue manis tradisional ini sangat disukai, terutama oleh suku Bugis.

Hidjar Ombeng Andi Sapewali, salah satu pembuat kue tradisional. -Foto: Nurul Rahmatun Ummah

Kedua kue ini sering dijumpai di sebuah acara-acara di Makassar. Uniknya, bahan dasar dalam pembuatan kedua kue tradisional ini lain dari kue yang ada. Contohnya saja kue bolu peca, jika kebanyakan kue bolu menggunakan bahan dasar tepung terigu, kue bolu peca harus menggunakan tepung ketan.

Menurut Hidjar Ombeng Andi Sampewali, pembuat kue tradisional, dalam membuat bolu peca memang harus menggunakan tepung beras ketan yang dicampur tempung terigu. “Proses pembuatan bolu peca sama dengan proses bolu yang lain, namun sebelum bahan dasarnya dicampur seperti telur, gula pasir. Tepung terigu dan tepung ketan harus dijemur terlebih dahulu, jika tidak kue ini tidak akan jadi”, jelas Hidjar, di kediamannya, Sabtu (7/10/2017).

Pada polesan terakhirnya, rasa manis dan warna bolu peca coklat yang telah masak dicelupkan ke gula merah. Sehingga dalam pembuatan kue bolu peca khas Bugis ini, masih menggunakan bahan-bahan alami.

Selain bolu peca, ada juga barongko, makanan khas Bugis yang terbuat dari pisang. Jika bolu peca prosesnya hanya sebentar dan hanya memakan waktu 30 menit,  barongko ini memakan waktu yang lama, bisa mencapai dua setengah jam. Mulai dari proses memisahkan daging pisang dengan bijinya.

Wanita kelahiran 56 tahun ini menjelaskan, dibanding bolu peca yang memakan waktu sebentar, barongko memakan waktu yang sangat lama dan proses yang panjang. “Setelah dipisahkan biji pisang dengan dagingnya, daging pisang kemudian dihaluskan sampai benar halus lalu dicampur santan, gula telur . Setelahnya dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus sekitar 30 menit”, ungkapnya.

Jika bolu peca merupakan kue kreasi khas suku Bugis, berbeda dengan barongko yang merupakan kue yang sudah ada sejak zaman kerajaan. Kue barongko adalah kue pencuci mulut Raja-raja Bugis, yang masih disukai oleh semua orang tidak hanya suku Bugis saja.

Kue bolu buatan Hidjar ini sangat lezat. Rasa manis bolu peca sangat legit. Sedangkan kue barongko tidak hanya manis, perpaduan santan juga sangat terasa. Meski telah dimakan beberapa kali, kedua kue manis ini tidak membuat ‘neg; bagi yang memakannya.

Hidjar menuturkan, kue-kuenya dijual Rp5.000 per biji dan tergantung jumlah pesanan. “Jumlah kue yang saya buat tergantung dari orang yang pesan. Kemarin saya baru membuat bolu peca dan barongko untuk acara pelantikan”, tutupnya.

Lihat juga...