Bermula Kolam Terpal, Budidaya Ikan Air Tawar Berkembang

LAMPUNG – Kesibukan sebagai tenaga pendidik di sebuah sekolah dasar tidak menghalangi Dedi Setiawan (33) melakukan usaha sampingan dalam bidang budidaya ikan air tawar yang masih jarang dilakoni oleh warga di Desa Sumbersari Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan.

Dedi Setiawan mengaku semula tertarik memelihara ikan air tawar karena memiliki lahan sawah di dekat aliran irigasi serta kesukaan keluarganya pada ikan air tawar. Mula-mula dirinya hanya menyiapkan sebanyak empat petak kolam terpal dan memelihara jenis ikan lele sangkuriang serta ikan patin.

Meski hanya menggunakan kolam terpal plastik dengan sistem pengairan menggunakan selang bersumber dari air sumur, kesungguhannya dalam budidaya ikan lele semula hanya sebanyak 500 benih ikan lele dan 200 ikan patin. Ternyata, peminat untuk konsumsi keluarga cukup tinggi sebagian dari tetangga dan warga lain.

Konsumen diberi kemudahan membeli ikan dalam kondisi sudah dibersihkan. [Foto: Henk Widi]
“Awalnya setahun lalu saya kerap iseng promosi lewat jejaring sosial Facebook, minat warga untuk kebutuhan lauk keluarga dengan ikan air tawar cukup tinggi. Selanjutnya saya tambah bibit ikan lele dan patin,” terang Dedi Setiawan, warga Desa Sumbersari Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan saat ditemui Cendana News di lahan kolam miliknya, Rabu (25/10/2017).

Memasuki tahun kedua dengan bermodalkan sebagian uang hasil penjualan budidaya ikan lele dan patin, ia mulai membuat kolam dengan bahan terbuat dari semen dan batu bata sebanyak empat petak masing-masing seluas enam meter persegi beratapkan terpal. Kolam dari hasil pengembangan menggunakan semen tersebut bahkan terus ditambah termasuk tambahan sebanyak tiga kolam khusus untuk penyortiran di dalam rumah berukuran masing-masing satu meter persegi.

Meski telah menyiapkan kolam dengan bahan semen, namun kolam terpal berukuran enam meter persegi masih disediakannya sebagai kolam indukan benih lele yang semula banyak dibeli dari luar kecamatan di antaranya didatangkan dari Kecamatan Sidomulyo dan Kecamatan Palas sebagai sentra pembibitan ikan air tawar. Semula bibit ikan yang dibudidayakan sebanyak 500 ekor ikan lele ditambah menjadi sebanyak 1000 ekor ikan lele dan ikan patin, nila dan gurame ratusan ekor.

Sebagian kolam ikan dengan petak berisi ikan lele sangkuriang, gurame, nila dan patin. [Foto: Henk Widi]
Upaya membuat kolam sesuai dengan habitat aslinya, proses sirkulasi air dibuat sedemikian rupa dengan mesin pompa khusus bertenaga listrik. Pada dasar kolam diberi endapan lumpur dan tanaman eceng gondok sebagai tanaman yang berfungsi sebagai pelengkap kolam layaknya di habitat asli.

“Budidaya awal saya menyebut memelihara ikan sebagai hobi untuk memanfaatkan waktu sepulang saya mengajar di sekolah dan untuk kesibukan di rumah,” terang Dedi Setiawan.

Pemilihan jenis lele sangkuriang diakui laki-laki dengan dua putera tersebut karena usia panen lele sangkuriang dalam ukuran siap konsumsi sekitar enam bulan. Sementara patin umur empat bulan sudah bisa dipanen. Bermodalkan proses pembuatan kolam terpal, kolam permanen dan bibit serta pakan pelet ikan, total tak lebih dari empat juta sebagai modal awal. Ia mengaku hasilnya cukup memuaskan. Ia bahkan menambah peralatan berupa timbangan digital, plastik wadah, termasuk alat lain untuk melayani pembeli ikan.

Harga jual ikan lele dengan satu kilogram sebanyak 10 ekor dengan harga Rp22.000, ikan nila seharga Rp22.000, ikan patin seharga Rp20.000 dan ikan gurame seharga Rp35.000 per kilogram, dirinya bisa memperoleh omzet ratusan ribu per minggu menyesuaikan jumlah penjualan ikan yang dibudidayakan. Ia menyebut selain untuk konsumsi keluarga dengan kebutuhan rata-rata 1 hingga 2 kilogram, sebagian juga membeli ikan untuk dijual sebagai kuliner pecel lele, terutama oleh sejumlah warung.

Salah satu pembeli ikan lele bernama Mutmainah mengaku, membeli ikan lele sebanyak dua kilogram untuk keperluan keluarga dan para pekerja yang tengah membangun rumah. Selain dalam kondisi segar ia mengaku ikan lele yang diambil langsung dari kolam sudah dibersihkan oleh penjual sehingga sampai di rumah dirinya tinggal menggoreng.

“Saya berniat membuat menu lele goreng dengan sambal pecel lele, saat membeli sudah dibersihkan sehingga memudahkan saya,” beber Mutmainah.

Dedi yang masih memiliki lahan cukup luas tersebut mengaku, berniat akan menambah kolam budidaya ikan air tawar berbagai jenis. Selain itu masih berusaha membuat indukan ikan lele sangkuriang dan ikan jenis lain sehingga tak harus membeli benih ikan dari daerah lain serta akan menerapkan budidaya ikan lele bioflok yang lebih maksimal.

Ikan air tawar yang dibudidayakan tersebut sekaligus upaya memanfaatkan lahan terbatas di pekarangan sehingga proses pengawasan dan pemeliharaan lebih mudah, namun bisa memberikan keuntungan secara finansial bagi keluarganya dan menjadi contoh warga lain dalam pemanfaatan pekarangan untuk budidaya ikan air tawar.

Mutmainah membeli dua kilogram ikan lele yang sudah dibersihkan. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...