Berdayakan Masyarakat, Manfaatkan Pekarangan Rumah jadi Kebun Mini

PADANG – Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri – Peran Posdaya di kalangan masyarakat bisa dilakukan dengan berbagai hal. Seperti halnya yang dilakukan oleh Posdaya Anggrek Putih, RT3/RW7, Kelurahan Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat, yang tinggal di antara rapatnya bangun rumah, ternyata mampu membuat sebuah kebun mini yang bermanfaat.

Ketua Posdaya Anggrek Putih, Fatmiarti mengatakan, dengan kondisi sempitnya pemukiman yang ada di Kelurahan Ampalu Nan XX, memang sangat tidak memungkinkan untuk menyediakan satu tempat khusus agar bisa ditanami berbagai jenis tanaman. Kendati demikian, tidak membuat Posdaya Anggrek Putih menganggap persoalan itu sebagai halangan untuk memberdayakan masyarakat. Dalam hal ini menjalankan peran Posdaya pada pilar lingkungan.

Hal ini mengingat, Posdaya yang bernaung di bawah Yayasan Damandiri memiliki empat pilar dalam menjalankan peran di kehidupan bermasyarakat, seperti pilar lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Begitu juga dengan pilar lingkungan, untuk mewujudkan lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat, Posdaya Anggrek Putih menemukan cara untuk tetap menjalankan pilar lingkungan ini, yakni dengan mengajak masyarakat memanfaatkan ketersediaan pekarangan di masing-masing rumah.

“Jadi, meski rumah penduduk yang cukup padat ini sulit mencari lahan yang bisa untuk berkebun kecil-kecilan, kami di Posdaya mensosialisasikan kepada masyarakat cara berkebun dengan lahan seadanya saja. Seperti meletakkan tanaman di dalam pot, baik itu pot yang berukuran kecil maupun pot yang berukuran besar,” katanya, Senin (23/10/2017).

Ia menjelaskan, tanaman yang bisa diletakkan di pekarangan rumah itu, seperti tanaman jambu madu yang telah dicangkok, mangga, jeruk, cabai rawit, kunyit, starwberry, bunga anggrek, dan banyak jenis tanaman lainnya. Menurut Fatmiarti, hampir di setiap rumah penduduk memiliki jenis tanaman yang berbeda pula. Hal ini disebabkan menyesuaikan dengan kondisi lahan pekarangan yang ada, serta keinginan dan selera dari pemilik rumah.

Fatmiarti menyebutkan, alasan mengajak atau memberdayakan masyakarat memanfaatkan pekarangan untuk berkebun, karena bisa berdampak kepada kesehatan dan juga akan membuat pemandangan rumah menjadi indah. Dengan semakin banyaknya jenis tumbuh-tumbuhan di depan rumah, maka akan semakin terasa segara udara di sekitar rumah tersebut. Begitu juga terhadap keindahan rumah, bagi rumah-rumah masyarakat yang memiliki tanaman, dengan warna-warni tanaman itu, maka rumah akan sedap dipandang.

Ia mengakui, sampai saat ini masyarakat yang ada di Kelurahan Ampalu Nan XX masih tetap menjalankan pemanfaatan pekarangan tersebut. Bahkan, jumlah rumah-rumah yang melakukan hal tersebut, terlihat semakin bertambah. Seperti yang dikatakan oleh Vonny, dengan adanya tanaman hijau di depan rumahnya, membuat suasana rumah menjadi adem.

“Pas pagi-pagi buka jendela dan pintu rumah, langsung melihat tanaman hijau yang segar. Waduh sungguh terasa pagi yang indah,” ungkapnya.

Vonny menyebutkan, saat ini jenis tanaman yang ada di pekarangan rumahnya yakni jambu madu yang merupakan hasil cangkokan, jeruk purut, cabai rawit, dan berbagai jenis bunga. Sampai saat ini, hasil di tanamannya telah ia nikmati, seperti jambu madu, sudah pernah dipanen meski tidak dalam jumlah yang banyak. Begitu juga untuk jenis tanaman lainnya yakni cabai rawit dan jerut purut, juga sering diambil apabila ada kebutuhan yang mendesak untuk memasak sambal.

Vonny memperlihatkan jenis tanaman yang ditanami di pekarangan rumah miliknya/Foto: M. Noli Hendra

 

Lihat juga...