Bayi Kembar Tiga di Ponorogo Butuh Perawatan Khusus

PONOROGO – Tepat satu minggu yang lalu, pada Jumat (6/10/2017) telah lahir dengan selamat bayi kembar tiga berjenis kelamin perempuan di RSUD Harjono. Ketiganya terpaksa dilahirkan prematur di usia kandungan 8 bulan dari pasangan Wasono dan Sumarsih warga Desa Munggu, Kecamatan Bungkal.

Dokter ahli kebidanan dan kandungan RSUD Harjono, dr. Sumanto saat ditemui menjelaskan, ketiganya harus segera dilahirkan mengingat kondisi sang ibu dan janin.

“Karena belum cukup umur, jadi bayinya kecil,” jelasnya kepada Cendana News, Jumat (13/10/2017).

Ketiganya memiliki berat berbeda, bayi pertama beratnya 2,2 kg, bayi kedua beratnya 1,7 kg dan bayi ketiga beratnya 2 kg.

“Dua dari tiga bayi tersebut sudah mulai normal dan diberikan asupan nutrisi. Namun ada satu bayi yang memerlukan perawatan lebih karena mengalami masalah pencernaan,” terangnya.

Namun secara umum menurut dr. Sumanto, kesehatan dari organ-organnya normal, cuma karena kembar tiga akhirnya bayi kecil.

Ruang perawatan bayi kembar tiga perempuan/Foto: Charolin Pebrianti

“Ini wajar, karena ketiganya harus dilahirkan di usia 8 bulan, bayi dipaksa untuk bertahan sendiri,” cakapnya.

Pihak rumah sakit berjanji akan melakukan observasi selama dua minggu ke depan untuk melihat kondisi ketiga bayi perempuan ini.

“Dilihat jalan pernafasannya, ada infeksi atau tidak, kena penyakit kuning atau tidak. Tapi sementara masih bagus semua kondisinya,” tandasnya.

Terlepas dari kondisi ketiga anaknya, ayah dari bayi tersebut, Wasono mengaku bersyukur dianugerahi tiga bayi perempuan sekaligus. “Senang diberi anugerah anak langsung kembar tiga,” tukasnya.

Pasalnya, istrinya pernah mengalami keguguran di kehamilan pertama. Sehingga dengan hadirnya ketiga bayi ini memberikan kebahagian tersendiri. Sebelumnya saat menjalani kehamilan, Sumarsih mengeluhkan pinggangnya sakit seperti orang mau melahirkan. Setelah diperiksa dan di-USG ternyata ada tiga janin di rahimnya.

“Setelah tahu, rasanya kaget dan senang. Istri sempat menangis terharu,” ujarnya.

Ada cerita menarik, saat istrinya hamil pernah mengalami sakit batuk. Sudah diperiksakan ke dokter tapi tidak kunjung sembuh. Lama-kelamaan batuk istrinya sembuh sendiri. “Katanya itu bawaan bayi,” tuturnya.

Beruntung Wasono dan Sumarsih mendapatkan Jampersal atau Jaminan Persalinan dari pemerintah sehingga tidak dipungut biaya apapun alias gratis.

Ditanya terkait nama, Wasono mengaku belum menyiapkan. “Belum tahu, belum ada ide nama,” pungkasnya.

Lihat juga...