Kasus Covid-19 Terus Menurun, Ruang Isoter Situbondo Mulai Disterilisasi

Editor: Koko Triarko

SITUBONDO – Tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 kabupaten Situbondo, mulai melakukan sterilisasi ruang isolai terpusat, seiring terus menurunnya jumlah kasus positif Covid-19 di wilayah itu.

Dokter Sieny Veronica, S.Ked., petugas kesehatan di Isolasi Terpusat (Isoter) Situbondo, mengatakan penurunan kasus positif di Situbondo terus berlanjut dan pasien di isoter sebagian besar sudah bisa kembali ke rumahnya masing-masing.

“Saat ini hanya tinggal dua orang pasien isoter yang sebelumnya positif Covid-19,” ujar dr. Sieny Veronica, di Situbondo, Jumat (17/9/2021).

Harif Zainal, pasien isoter di Situbondo yang sudah dibolehkan pulang, Jumat (17/9/2021) –Foto: Iwan Feriyanto

Sieny mengatakan, kedua pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19, setelah dilakukan tes swab PCR. Sebab, orang tersebut merupakan warga imigran yang kembali pulang ke rumahnya.

“Semua warga Situbondo yang dari luar negeri itu wajib melakukan isolasi. Namun, tentu juga perlu dilakukan tes swab untuk memastikan orang tersebut bebas dari Covid-19,” ucapnya.

Sieny mengatakan,  bagi mereka yang dinyatakan positif setelah dilakukan tes swab, mereka perlu melakukan isolasi hingga tes swab hasilnya nonreaktif.

“Kalau positif setelah diswab, wajib menjalani isolasi, hingga hasil swab yang dilakukan tidak ada gejala reaktif. Namun, hal tersebut bisa dilakukan setelah pasien melakukan isolasi selama 14 hari,” ungkapnya.

Menurut Sieny, dua pasien yang sudah dibolehkan untuk pulang merupakan pasien terakhir yang masih menetap di tempat isoter tersebut.

“Bagi mereka yang menjalani isoter, kemudian dilakukan tes swab dan hasilnya negatif, maka bisa diizinkan pulang. Namun, tes swab itu dilakukan 14 hari setelah melakukan isolasi. Sehingga, sejak bebebrapa hari sebelumnya, pasien isoter sudah banyak yang dipulangkan, dan ini pasien isoter yang terakhir kita izinkan pulang, setelah hasil swab PCR nya negatif,” jelasnya.

Sieny menambahkan, saat ini upaya yang dilakukan adalah mensterilkan ruangan isoter.

Terpisah, Harif Zainal, pasien isoter Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, mengaku senang karena sudah bisa kembali pulang dan bertemu keluarga di rumah.

“Kurang lebih hampir 20 hari saya menjalani isolasi di sini, sejak tes swab hasilnya positif. Tentu, senang bisa melewati masa isolasi ini,” ucapnya.

Harif mengaku, selama masa isolasi dirinya banyak melakukan hal yang positif untuk kesehatannya untuk meningkatkan imunitas tubuhnya.

“Biasanya kalau pagi ya saya olahraga ringan, jalan di area sini. Jangan sampai kita berpikir yang aneh-aneh, tetap berpikir positif, agar tubuh kita bisa cepat pulih,” jelasnya.

Lihat juga...