Bakwan Jagung, Menu Gurih dari Bahan Lokal

LAMPUNG — Jagung menjadi salah satu bahan makanan yang mudah diperoleh terutama di pedesaan. Sebagian diolah menjadi kuliner tradisional seperti bakwan jagung atau dikenal dengan perkedel jagung, sebagaimana yang dilakukan oleh warga di Desa Kalirejo, Kecamatan Palas.

Salah satu warga pembuat bakwan jagung, Susanti, mengatakan, bakwan, perkedel atau dadar jagung merupakan makanan yang bisa disantap sebagai camilan serta dipergunakan sebagai lauk untuk makan. Rasa gurih dan renyah dari bakwan jagung kerap disantap bersama  cabe rawit yang pedas sembari bersantai menonton televisi.

Susanti, menggoreng bakwan jagung. [Foto: Henk Widi]
Susanti menjelaskan, proses pembuatan bakwan jagung cukup mudah. Bahan baku utamanya berupa jagung manis yang dibelinya dari pedagang sayur keliling lengkap dengan bumbu-bumbunya. Setelah bahan jagung disiapkan, lalu jagung diris-iris menggunakan pisau, dan sebagian dipipil agar ciri khas jagung utuh masih terasa.

“Gorengan bakwan umumnya terbuat dari bahan tauge kacang hijau serta cacahan kol, tetapi bakwan jagung menjadi variasi makanan yang berbeda selain jagung diolah menjadi sayuran atau direbus”, terang Susanti, Sabtu (21/10/2017).

Sebelum digoren, kata Susanti, bahan-bahan yang disiapkan di antaranya empat buah jagung manis yang dipipil dan diiris dengan pisau, telur ayam dua butir, tepung terigu, tepung beras secukupnya, merica, garam, ditambah dengan tambahan bumbu iris atau bumbu cacah.

Bumbu cacah yang disiapkan sebagai campuran, di antaranya bawang merah, bawang putih, cabe merah dan daun bawang atau ditambah dengan daun seledri sebagai penambah cita rasa bakwan jagung yang dibuat.

Setelah bahan-bahan disiapkan, langkah selanjutnya mencampurkan terigu, tepung beras serta bumbu iris hingga teraduk sempurna dengan air bersih. Lalu, jagung manis yang dipipil sebagian dicacah dicampurkan dalam adonan. Setelah tercampur rata antara bahan utama dan bumbu, proses selanjutnya adalah menggorengnya.

“Saya biasanya menyiapkan bahan dalam jumlah banyak lalu disimpan dalam kulkas dan digoreng dadakan. Saat keluarga akan makan, baru digoreng sehingga tersaji hangat”, terang Susanti.

Proses penggorengan dengan minyak panas dilakukan dengan takaran per sendok hingga mengembang hingga bakwan jagung matang dan renyah untuk disantap. Bakwan Jagung juga kerap dibuat dengan campuran udang, irisan cabe merah sehingga menambah cita rasa.

Bakwan jagung sebagai lauk teman makan nasi saat siang hari biasanya disediakan bersama pelengkap lain, di antaranya sambal terasi yang terbuat dari cabe merah, bawang merah, bawang putih dan tomat, serta penyedap rasa dan garam. Selain dengan sambal terasi, makan siang dengan bakwan jagung lebih nikmat disantap dengan daun singkong rebus dan lalapan mentimun.

“Sambal terasi menambah cita rasa nikmat sehingga selera makan lebih terasa saat makan siang”, terang Susanti.

Julianto, sang suami, juga mengaku menyukai bakwan jagung sebagai lauk untuk makan, karena bahan baku jagung manis yang mudah diperoleh, selain itu bakwan jagung bisa dipergunakan sebagai camilan yang bisa dimakan saat santai sembari menyantap kopi. Selain  kerap disajikan saat pagi, hidangan bakwan jagung kerap digoreng dadakan sang istri sebagai hidangan saat dirinya berhenti bekerja sebagai pencungkil kelapa untuk kopra.

Lihat juga...