377 Atlet Ikuti Gladhen Hageng Jemparingan Ngayogyakarta
YOGYAKARTA – Gladhen Hageng Jemparingan Ngayogyakarta ( gladi besar panahan tradisional) tingkat nasional resmi dimulai, Minggu (8/10/2017) pagi. Peserta lomba panahan tradisional ini membludak. Dari target semula hanya 300 peserta, hingga hari pelaksanaan tercatat diikuti 377 atlet panahan tradisional.

Kepala Staff Korem (Kasrem) 072/Pamungkas, Kolonel Inf. Ida Bagus Surya, yang membuka acara, mengatakan, Gladhen Hageng Jemparingan Ngayogyakarta digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-72 Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta HUT ke-261 Kota Yogyakarta.
Menurut Kasrem, jemparingan dipilih karena merupakan olahraga tradisional yang mulai banyak ditinggalkan masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat kembali menyemarakkan olahraga tradisional ini.
“Harapan kami dengan kegiatan Gladhen Hageng Jemparingan Ngayogyakarta ini olahraga tradisional, khususnya jemparingan bisa kembali bergairah dan diminati masyarakat,” ucap Kasrem, usai membuka acara di lapangan Kodim 0734/Yogyakarta.
Ketua Panitia, Mayor Inf. M Munasik, mengatakan, panitia awalnya membatasi peserta hanya 300. Namun, seiring berjalannya waktu, peserta bertambah menjadi 350, hingga akhirnya kembali bertambah menjadi 377 pada hari pelaksanaan.
Lomba dibagi empat kategori, yakni anak-anak, remaja dan dewasa putra putri. Juara 1-3 dari masing-masing kategori akan mendapatkan uang pembinaan mulai Rp1 hingga 2 juta. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan bebungah (hadiah) mulai dari Rp10 ribu hingga Rp500 ribu.
“Bebungah paling tinggi jika anak panah tepat mengenai sasaran sampai 4. Diberikan untuk satu orang sebesar Rp500 ribu. Berikutnya Sandang Beksan 3 untuk 5 orang masing-masing Rp100 ribu, Sandang Beksan 2 untuk 25 orang masing-massing Rp 10 ribu,” terangnya.
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kota Yogyakarta untuk berpartisipasi dan meningkatkan kualitasnya agar lebih baik. “Mari lestarikan budaya dan tradisi yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ajaknya.