19 Balita di Kabupaten Sikka Tertular HIV dan AIDS
MAUMERE — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kabupaten Sikka mencatat, 19 anak berusia di bawah lima tahun (Balita) tertular HIV dan AIDS. Sementara untuk ibu rumah tangga masih menempati peringkat pertama terbanyak dengan jumlah 147 orang disertai wiraswasta sebanyak 97 kasus dan petani 90 kasus.

Ditambahkan Sekertaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kabupaten Sikka Yohanes Siga, masyarakat yang berprofesi sebagai sopir terdata 44 kasus, buruh 42, Pekerja Sekas Komersil 34, karyawan 29, ojek 20, mahasiswa 14, pelajar 10, PNS dan TNI Polri sebanyak 12 kasus serta pelajar 10 kasus berdasarkan data dari tahun 2003 hingga bulan Juli 2017.
“Penyebab atau resiko terinfeksi pertama akibat adanya hubungan skesual sebanyak 589 kasus disusul tertular dari orang tua sebanyak 52 kasus serta LGBT 27 kasus,” ungkapnya saat ditemui Cendana News di kantornya Jumat (13/10/2017).
Data sejak tahun 2003 hingga bulan Juli 2017 sebut Yan sebanyak 653 kasus dimana yang terdeteksi mengidap HIV sebanyak 208 kasus atau 32 persen sementara yang sudah terdeteksi AIDS sebanyak 445 kasus atau 68 persen dimana laki-laki sebanyak 403 orang dan perempuan sebanyak 250 orang.
“Dari jumlah tersebut sudah 181 orang meninggal dunia karena penyakit ini sehingga kita terus bekerja keras dan mengimbau masyarakat untuk bisa mencegah tertularnya penyakit ini serta memeriksakan diri bila berperilaku hidup yang beresiko tertular penyakit ini,” sebutnya.
Sementara itu, Yuyun Darti Baetal bagian program KPA Sikka menjelaskan, bila dilihat sesuai golongan umur, usia 25 sampai 49 tahun menempati peringkat pertama dengan jumlah kasus sebanyak 490 atau 75 persen disusul penderita berumur 20 hingga 24 tahun sebesar 13 persen atau 84 kasus.
“Selain itu penderita yang berumur kurang dari setahun sebanyak 40 kasus atau 6 persen diikuti yang berumur 15 sampai 19 tahun sebanyak 7 kasus serta berumur lebih dari 50 tahun sebanyak 5 kasus,” ungkapnya.
Sementara itu menurut kecamatan terang Yuyun, kecamatan Alok tertinggi dengan 11 kasus disusul kecamatan Alok Timur 95 kasus, Nita 60, Alok Barat 57, Kewapante 43, Kangae 37 serta kecamatan Waigete dan Nelle sebanyak 28 kasus.
“Semua kecamatan sudah dilaporkan dan ada temuan kasus dan ini juga berkat sosialisasi yang gencar kami lakukan walau masih banyak warga yang belum sadar dan belum memeriksakan dirinya,” pungkasnya.