Mandeh-Gunung Padang Dilirik Investor dari 13 Negara
PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan menawarkan dua destinasi wisata andalan kepada para investor luar negeri pada kegiatan Regional Investment Forum (RIF) yang merupakan agenda tahunan Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) RI.
Gubernur Irwan Prayitno menyebutkan, Sumatera Barat yang ditunjuk menjadi tuan rumah kegiatan yang dihadiri belasan negara. Pihaknya berkomitmen untuk memanfaatkannya sebaik mungkin, untuk kemajuan pariwisata.
“Jadi, ada dua destinasi yang kita tawarkan pada kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 15-17 Oktober nanti. Rencananya kita akan membawa langsung para investor luar negeri itu melihat destinasi wisata di Sumatera Barat, yakni Gunung Padang Kota Padang, dan Kawasan Wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan,” kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno pada jumpa pers di Padang, Jumat (13/10/2017).
Ia mengakui, meski tujuan utama menawarkan dua destinasi wisata tersebut, tidak tertutup kemungkinan juga menawarkan jenis investasi lainnya, seperti panas bumi dan energi hidro.
Irwan menjelaskan, investasi yang diharapkan untuk dua destinasi itu seperti untuk pembangunan sarana dan prasarana. Misalnya di Gunung Padang bisa dibangun kereta gantung, sehingga bisa menikmati keindahan alam Kota Padang.
Gubernur juga berharap dukungan dari masyarakat sehingga destinasi-destinasi yang ditawarkan ke para investor pada kegiatan RIF tersebut, berjalan dengan baik.
“Jika Mandeh dan Gunung Padang dikelola, dampak positifnya perekonomian akan tumbuh, dan akan membuka lapangan kerja baru. Untuk itu, saya berharap masyarakat bisa menerima adanya investor yang akan mengelola wisata yang berada di daerah yang saya maksud,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Promosi BKPM RI, Himawan Hariyoga juga mengatakan, Sumatera Barat yang memiliki alam yang asri dan nyaman untuk dikunjungi memiliki peluang yang besar untuk menarik investor, supaya potensi yang ada bisa terkelola dengan baik.
“Saya pribadi merasakan bahwa Sumatera Barat adalah daerah yang nyaman dikunjungi. Karena tidak ada aktifitas pabrik di kawasan wisata, alamnya indah dan bersih. Selain memiliki potensi yang besar untuk dikelola, Sumatera Barat juga memiliki budaya dan kuliner yang mempunyai potensi besar mendapatkan pasar yang bagus,” ujarnya.
Himawan mengakui hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan BKPM memilih Sumatera Barat menjadi tuan rumah RIF 2017. Bahkan, dua destinasi yang ditawarkan Pemprov merupakan bagian dari delapan destinasi wisata di Indonesia yang juga memiliki kesempatan dilirik investor.
“Alasan kita menawarkan sektor pariwisata. Karena, destinasi pariwisata menjadi daya tarik yang ada di Sumatera Barat yang dikenal para investor. Sebab, saat ini Sumatera Barat tengah gencar-gencar dalam pariwisata,” ungkapnya.
Dikatakannya, 15 negara asing yang hadir dalam RIF ini tidak hanya berasal dari Asia, namun juga Eropa dan Amerika. Di antaranya, Australia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, Persatuan Emirat Arab (PEA), Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Yaman, India, Spanyol, Luxembourg, Tiongkok, Taiwan, Rusia dan Mauritius.
Ia menjelaskan kegiatan RIF itu nantinua juga akan ditindaklanjuti dengan kegiatan one on one meeting antara pejabat daerah dengan para investor. Agenda tersebut akan membahas terkait potensi yang bisa ditawarkan ke para investor yang hadir.
“Hingga kini kami telah mencatat 20 pertemuan one on one meeting khusus yang meminta bertemu dengan Pemprov Sumatera Barat,” jelasnya.
Ditambahkannya, kegiatan RIF yang akan dilaksanakan dari 15-17 Oktober 2017 tersebut, yang diikuti lebih dari 400-an peserta, juga akan diagendakan dengan berapa kegiatan Business Forum, pameran yang sebagian besar akan diisi perusahaan yang telah beroperasi di Sumatera Barat serta site visit ke Wisata Gunung Padang dan Kawasan Bahari Mandeh.