LOMBOK – Kawasan hutan Gripak, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi kawasan wisata yang cocok untuk menguji adrenalin bagi yang suka berpetualang dan menyukai tantangan.

Selain jauh, untuk mencapai lokasi hutan dan hulu sungai Gripak yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), wisatawan harus melewati kawasan hutan lebat bebatuan, menerobos semak belukar melalui jalanan setapak.
Perjalanan menuju kawasan hutan dan hulu sungai Gripak juga memakan waktu lama, dan menempuh perjalanan sampai kiloan meter, sehingga perjalanan harus dilakukan sejak pagi hari.
Mengingat akan jauhnya perjalanan menuju lokasi, karena kendaraan bermotor hanya bisa sampai Desa Gunung Sari dan harus berjalan kaki, sehingga selain membawa perbekalan, juga harus siap fisik melewati kawasan hutan melalui jalan setapak.
“Meski lokasi jauh dan melewati semak belukar, sepanjang perjalanan cukup mengasyikkan, karena sepanjang kiri kanan jalan terdapat pepohonan hijau dan rindang, sehingga perjalanan tidak terasa melelahkan”, kata Hamzin Baehaqi, warga Desa Dasan Sari, Kota Mataram, kepada Cendana News, Minggu (17/9/2017).
Sepanjang perjalanan menuju lokasi, wisatawan juga bertemu dengan warga yang biasa memasuki kawasan hutan untuk menyadap tuak manis dari pohon aren yang banyak terdapat di dalam kawasan hutan.
Mengingat sepanjang kawasan hutan Pusuk sampai hutan Gripak merupakan kawasan penghasil tuak manis dan buah duren yang dijual pasar tradisional maupun sepanjang jalan kawasan hutan Pusuk Lestari yang menghubungkan Lombok Utara dan Kota Mataram.
Nurdin, warga lain mengatakan, perjalanan menuju kawasan hutan dan sungai induk Grimak memang sangat jauh dan melelahkan, tapi ketika sampai lokasi, rasa lelah rasanya terbayar merasakan kesejukan air sungai induk Grimak.
Selain dimanjakan dengan kesejukan aliran sungai, pengunjung juga bisa cuci mata dengan pemandangan alam sekitar yang masih sangat hijau dan alami dikelilingi pepohonan lebat dan rindang.
“Berada di Gripak, ada semacam energi yang mampu memberikan rasa tenang dan damai, tidak ada kebisingan, yang ada hanya kesunyian dan suara gemercik air sungai yang mengalir ditambah suara kicauan burung bermain di pepohonan”, katanya.
Rizal, warga lain mengatakan, lokasi yang jauh memang akan membuat orang jarang mau liburan ke kawasan hutan dan sungai Gripak, Lombok Barat, tapi sebenarnya kalau sudah sudah tahu indahnya, pasti akan menyukai dan mengunjunginya.
“Saya dulu sewaktu pertama kali datang 2013, sempat ngomel sama teman yang ngajak dan mau balik di tengah jalan, karena jauhnya lokasi, tapi setelah sampai sana, ternya sangat indah dan menakjubkan”, katanya.