Warga di Malang Antusias Nonbar Film G30S/PKI di Halaman Masjid Al-Amin
MALANG — Usai melaksanakan shalat isya, ratusan warga kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang berkumpul di halaman Masjid Al-Amin untuk menyaksikan film pengkhianatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI). Penayangan film dokumenter tersebut diadakan atas kerjasama Koramil 0833/01 Klojen bersama takmi Masjid Al-Amin.

Komandan Koramil 0833/01 Klojen, Kapten Arhanut Iwan Apwan dalam sambutannya menyampaikan, tujuan dari pemutaran film penghianatan (G30S/PKI) adalah untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa setelah zaman kemerdekaan, pada tahun 1965 telah terjadi masa-masa kelam pada bangsa Indonesia akibat penghianatan PKI sehingga banyak jatuh korban. Oleh karena itu jangan sampai pemahaman komunis terbersit di benak masyarakat Indonesia.
“Kalau terbesit saja tidak boleh, apalagi sampai tumbuh dan berkembang di Indonesia,” ujarnya mewanti-wanti warga yang datang, Selasa (26/9/2017).
Menurutnya, paham komunis yang dianut PKI adalah bahaya laten sehingga jangan sampai ada masyarakat yang terpengaruh. Sudah banyak para kyai dan ulama yang dibantai karena berbeda pemahaman dengan mereka.
“Mudah-mudahan melalui film ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua terutama generasi muda jangan sampai terpengaruh paham komunis. Karena kelompok-kelompok seperti ini pasti akan melakukan banyak cara untuk menghancurkan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, warga yang hadir nampak antusias menyaksikan film berdurasi kurang lebih tiga jam tersebut. Tidak hanya orang tua dan remaja, puluhan anak-anak sekolah juga turut menyaksikan film tersebut melalui tiga buah layar yang disediakan panitia.
Salah satu warga, Agus, mengatakan bahwa semasa kecil ia sudah pernah beberapa kali menonton film tersebut. Ia pun mengaku senang dengan penayangan kembali film tersebut.
“Dengan ditayangkannya kembali film G30S/PKI, diharapkan generasi muda bisa lebih mengenal sejarah bangsa sehingga mereka tidak tertipu dengan paham komunis dan kekejaman PKI tidak terulang kembali,”ungkapnya.