Tinjau Pengungsi di Klungkung, Jokowi Imbau Warga Patuhi Instruksi Petugas
DENPASAR — Presiden Joko Widodo meminta warga di sekitar Gunung Agung untuk mematuhi instruksi seluruh petugas dalam mengantisipasi kondisi darurat peningkatan aktivitas vulkanik gunung berapi itu.
“Agar kita semua sekuat tenaga bisa meminimalkan seluruh dampak yang ada dari Gunung Agung,” kata Presiden Joko Widodo ketika memberikan pernyataan setelah meninjau pengungsi di GOR Swecapura di Kabupaten Klungkung, Bali, Selasa (29/9/2017).
Kepala Negara mengatakan penanganan bencana alam gunung berapi tidak mudah, karena tidak ada kepastian waktu, termasuk jadi atau tidaknya Gunung Agung meletus.
“Kami juga tidak dapat memprediksi akurat kapan persis dan seberapa besar intensitasnya,” ucapnya.
Oleh karena itu, Jokowi menegaskan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, termasuk kabupaten akan berupaya agar kerugian masyarakat bisa diminimalkan sekecil mungkin, termasuk ekonomi yang terhenti karena masyarakat mengungsi.
“Tetapi prioritas terpenting adalah keselamatan rakyat,” ucap Jokowi.
Jokowi menambahkan, selain faktor keselamatan masyarakat menjadi yang utama, pihaknya juga fokus dengan masalah ekonomi.
“Kita tahu banyak masyarakat yang tidak bekerja akibat bencana ini, oleh sebab itu kami juga sedang fokus terhadap masalah tersebut,” imbuh mantan Walikota Solo ini
Presiden Joko Widodo juga menyerahkan bantuan logistik senilai Rp7,2 miliar kepada para pengungsi darurat Gunung Agung yang disalurkan ke kantong-kantong pengungsian.
Bantuan logistik itu berupa matras sebanyak 18.230 lembar, masker 520.000 lembar, beras 12 ton, ember 2.000 buah, gayung 2.000 buah dan perlengkapan bayi sebanyak 1.100 paket.