Walkot Sukabumi Imbau Warga Waspadai Hoax

SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi berita hoax atau palsu, khususnya tentang kondisi warga Muslim Rohingya, Myanmar.

“Kasus pelanggaran berat hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Rohingya memang membuat geram warga Indonesia, khususnya Kota Sukabumi. Namun, kami imbau jangan menelan bulat-bulat informasi yang beredar di media sosial,” kata Walikota Sukabumi, M. Muraz, di sela pernyataan sikap umat Buddha Kota Sukabumi di Vihara Widhi Saksi Sukabumi, Senin (4/9/2017).

Saat meletusnya kekerasan yang dilakukan militer Myanmar kepada etnis Rohingya, banyak berita dan foto hoax yang beredar di media sosial, bahkan tidak sedikit dari warga internet yang mempercayainya.

Selain itu, berita dan foto hoax tersebut juga sempat dibahas di grup Ikatan Cendikiawan Muslim Idonesia (ICMI) Kota Sukabumi yang menyebutkan seperti foto ratusan jenazah dengan kondisi hangus dan lain-lain, padahal lokasinya bukan di Myanmar. Karena itu, pihaknya mengingatkan warga jangan mau dipecah-belah oleh provokator yang mengambil keuntungan dari kejadian Rohingya.

Presiden RI, Joko Widodo, pun selama di Sukabumi terus mengingatkan agar bangsa ini jangan mau dipecah-belah karena akan sulit memulihkannya lagi seperti beberapa negara salah satunya Afganistan.

“Kami yakin, masyarakat Kota Sukabumi sudah paham dan pintar dalam membedakan berita hoax dan asli. Saya pun sudah mengintruksikan kepada Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Linmas) untuk segera berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) untuk mencegah adanya provokator, sehingga terjadi gangguan keamanan,” tambahnya.

Di sisi lain, Muraz tidak melarang jika umat Islam di Kota Sukabumi melakukan aksi solidaritas untuk Muslim Rohingya, tetapi yang harus mengantisipasi adanya penumpang gelap (provokator) yang ingin merusak kondusivitas daerah ini. (Ant)

Lihat juga...