UGM Miliki Laboratorium Forensik Kejahatan Hutan dan Lingkungan

YOGYAKARTA — Merespon berbagai persoalan lingkungan yang terjadi akhir-akhir ini, Fakultas Geografi UGM mendirikan Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB). Keberadaan KLMB ini memiliki banyak fungsi, di antaranya sebagai media pembelajaran hingga menjadi laboratorium forensik untuk mengungkap kejahatan pengrusakan hutan dan lingkungan.

Dekan Geografi Aris Marfai mengatakan dalam KLMB ini terdapat berbagai hasil riset dan data tentang geomorfologi lingkungan, citra satelit, sistem informasi geografis, kartografi, dan berbagai fasilitas dan teknologi serta kantor kerja sama riset. Sehingga keberadaannya diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya mitigasi bencana.

“Kami siap bekerja sama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menyelesaikan berbagi permasalahan yang terkait kerusakan lingkungan,” ujarnya saat peresmian KlMB baru-baru ini.

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, saat meresmikan KLMB berharap adanya laboratorium forensik dengan data lengkap dapat mengungkap setiap kejahatan hutan dan lingkungan sehingga penegakan hukum berjalan lancar.

Siti mengungkapkan selama ini oknum perusahaan dan perseorangan sangat sulit dijerat kemeja hijau atas kejahatan lingkungan yang telah dibuatnya. Menurutnya adanya labotarium tersebut bisa membantu pemerintah dalam mebawa kasus perusakan lingkungan dan perusahakan hutan ke meja hijau.

Disamping itu, Siti juga berharap klinik lingkungan ini bisa menyedikan data teoritik, empiris hingga praktis dalam pemetaan kondisi lingkungan. Tidakhanya itu hasil kajian dan riset mengenai lingkungan bisa mendukung kebijakan pemerintah dalam penanganan isu perubahan iklim dan pemanasan global.

”Kita ingin ada sebuah riset tentang hasil perubahan kondisi lingkungan kita dalam kontribusinya menjaga kondisi perubahan iklim,” katanya.

Lihat juga...