PONOROGO – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) memang memiliki peranan penting bagi keluarga terutama ibu dan anak di Indonesia. Terbaru, ada pelayanan dari Posyandu berupa Taman Posyandu.
Di Taman Posyandu tidak hanya anak yang jadi perhatian, para orang tua juga diberi bekal pengetahuan jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Taman Posyandu ada BKB, PAUD dan Posyandu,” jelas salah satu kader Posyandu, Rini Setiowati (33) saat ditemui Cendana News, Jumat (29/9/2017).
Kader Posyandu Desa Kunti, Kecamatan Bungkal ini menerangkan Taman Posyandu memang memiliki tiga fungsi. Pertama, ada Bina Keluarga Balita (BKB), kedua ada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan terakhir Posyandu sendiri.
“Dalam BKB ada pembinaan untuk bayi bagi para orang tua,” cakapnya.
Dalam PAUD, anak diajari untuk bermain permainan sesuai dengan usianya. Disini Posyandu Desa Kunti mendapatkan bantuan permainan. “Ada buku panduan untuk setiap permainan sesuai usia,” imbuh ibu satu orang anak ini.
Sedangkan di dalam Posyandu sendiri terdapat fasilitas penimbangan balita dan sosialisasi bagi ibu-ibu bagaimana merawat sang buah hati. “Sekalian berbagi ilmu tentang perawatan bayi dan balita,” terangnya.
Namun, sayangnya, untuk Desa Kunti Taman Posyandu berlangsung tiap tiga bulan sekali. Pasalnya, Desa Kunti secara geografis terbagi ke dalam tiga dusun dan kurangnya jumlah kader Posyandu.
“Iya baru tiga bulan sekali ada Taman Posyandu, soalnya kadernya kurang,” tuturnya.
Sedangkan Posyandu dilakukan tiap bulan satu kali, rutin dilaksanakan. “Posyandu tetap tiap bulan dilakukan,” tukasnya.
Di dalam Posyandu, tiap orang tua bebas berkonsultasi kepada tenaga medis, bidan, terkait kesehatan bayinya. Selain itu juga bisa berbagi pengalaman.
“Disini baru ada lima kader tiap dusun, jadi pelayanan Taman Posyandu masih terbatas,” pungkasnya.
