RSUD Hendrik Fernandez Larantuka Siapkan Tempat Memasak Bagi Keluarga Pasien

LARANTUKA –– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hendrik Fernandez Larantuka Kabupaten Flores Timur (Flotim) menyediakan tempat memasak bagi keluarga pasien yang berasal dari luar Kota Larantuka selama menunggu anggota keluarganya dirawat di rumah sakit ini.

Keberadaan dapur yang dinamakan “Rumah Tunggu” ini menurut Anastasia Endang, salah seorang keluarga pasien asal Lewolaga Kecamatan Titehena yang ditemui Cendana News Jumat (1/9/2017) siang dirasakan sangat bermanfaat.

“Bagi keluarga pasien yang dari luar daerah dan ingin memasak, rumah sakit menyediakan dua dapur.  Kami cukup membawa peralatan memasak kami bawa dari rumah sehingga sangat membantu kami yang harus menjaga pasien selama dirawat,” ungkap Endang.

Perempuan asal Jawa Barat yang menikah dengan lelaki asal Lewolaga ini mengaku terbantu dengan adanya  “Rumah Tunggu”. Selama hampir seminggu menunggui keluarganya dirawat pihaknya tidak mengeluarkan banyak biaya untuk makan minum.

“Semua peralatan memasak kami bawa dari rumah termasuk perlengkapan makan tapi  bagi kami sangat terbantu sebab kadang keluarga yang menunggu di rumah sakit sebanyak 2 sampai 3 orang,” sebutnya.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hendrik Fernandez Larantuka milik pemerintah kabupaten Flores Timur/Foto : Ebed de Rosary.

Hal senada disampaikan Hendrika Ina salah seorang warga asal Adonara yang sedang menunggui sang ayah dirawat di rumah sakit sejak 3 hari lalu Rabu (30/8/2017) setelah dirujuk dari Puskesmas Waiwerang Adonara Timur akibat menderita penyakit lever.

Dikatakan Ina, keluarga pasien tidak diperbolehkan memasak di halaman rumah sakit umum Larantuka sehingga disiapkan tempat memasak sebanyak dua ruangan di “Rumah Tunggu”, yang bisa dipergunakan secara bergantian oleh keluarga pasien yang membutuhkan.

Keberadaan Rumah Tunggu ini terang Ina sejak  3 tahun lalu dan sangat bermanfaat bagi keluarga pasien. Sebab dengan memasak sendiri keluarga pasien tidak harus mengeluarkan banyak uang untuk membeli makanan dan minuman bila menunggu keluarganya dirawat dalam waktu yang lama.

“Kami yang dari desa merasa terbantu sebab harga makanan lumayan mahal.  Sekali makan satu orang bisa menghabiskan uang 20 ribu rupiah. Dengan memasak sendiri lebih irit, apalagi kami menunggu pasien dirawat selama dua minggu,” tuturnya.

Lihat juga...