MATARAM – Ratusan jamaah haji asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hari ini tiba di Lombok Internasional Airport (LIA), di mana Kloter l asal Kota Mataram merupakan kloter pertama yang tiba di tanah air.
“Hari ini 448 jamaah haji kita dari Kloter l telah tiba dengan selamat, sementara Kloter kedua akan tiba besok malam, sekitar pukul 02.00 Wita,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) NTB, H. Nasarudin di Mataram, Jumat (22/9/2017).
Ia juga berharap seluruh proses pemulangan jenazah bisa berlangsung lancar, tanpa ada kendala. Pemulangan jamaah haji dari NTB sendiri akan berlangsung secara bertahap.
Persiapan matang sudah dilakukan Kemenag NTB guna menyambut kedatangan para jamaah haji, mulai dari pengaturan arus lalu lintas di sekitar asrama hingga arus keluar masuk penjemputan jamaah juga dilakukan secara ketat demi kondusivitas di dalam asrama.
“Untuk jamaah haji asal NTB yang meninggal di Tanah Suci hingga saat ini tercatat sebanyak 14 orang,” katanya.
Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh mengaku bersyukur melihat para jamaah haji yang tiba di Mataram dengan kondisi yang sehat. Pemerintah Kota Mataram, kata Ahyar, berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah haji.
Meski masih ada sejumlah kekurangan, Ahyar menilai, penyelenggaraan musim haji tahun ini relatif lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdullilah kepulangannya lancar dan aman. Semoga mendapatkan haji yang mabrur,” katanya.
Raut gembira juga tergambar dari wajah para jamaah haji yang hari ini tiba di bandara LIA. Dul Samad (70) misalnya, jamaah haji asal Rembiga, Mataram, mengaku bersyukur dapat menunaikan ibadah haji.
“Alhamdulillah semuanya lancar, baik pelayanan penginapan hingga konsumsi,” ujarnya.
Yasa (57) juga mengaku senang bisa kembali ke Lombok usai menunaikan ibadah haji. Yasa yang berangkat haji bersama keluarga mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan sejak sebelum berangkat hingga kembali ke Tanah Air.
Meski cuaca di Tanah Suci sangat terik, ia mengaku tidak terlalu merasakannya karena fokus menunaikan ibadah.
“Panas sih tapi tidak tahu kenapa saya tidak terlalu merasakannya karena niat dari awal memang untuk beribadah,” pungkasnya.
