Posdaya Asli Kembangkan Kerajinan Bunga Kering Berbahan Klobot

MALANG – Berdiri sejak akhir tahun 2014, Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Asli yang berlokasi di RW 14 Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warga sekitar yang kurang mampu. Salah satunya yakni melalui ekonomi kreatif berupa kerajinan bunga kering berbahan kulit jagung (klobot).

Ketua Posdaya Asli, Lindri Dwi Andari, menceritakan, bahwa pendirian Posdaya Asli berawal dari keprihatinan melihat kondisi sebagian warga RW 14 yang kurang beruntung. Para suami kebanyakan bekerja serabutan, sedangkan sang istri hanya menjadi ibu rumah tangga. Melalui program Posdaya Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) yang diperkenalkan oleh Universitas Merdeka (Unmer) Malang, timbullah keinginan membentuk Posdaya untuk membantu menyejahterakan keluarga yang kurang mampu.

“Kita mengawali pembentukan Posdaya Asli betul-betul mulai nol. Dari yang awalnya belum mempunyai usaha kerajinan apa pun, sekarang alhamdulillah sudah ada beberapa kerajinan yang mulai dikembangkan Posdaya Asli,” ujarnya kepada Cendana News.

Menurut Lindri, saat ini usaha Posdaya Asli yang sudah berkembang adalah usaha kerajinan bunga kering dari kulit jagung (klobot). Lindri mengaku, awalnya mendapatkan pelatihan dari Dinas Koperasi provinsi. Dari pelatihan tersebut ditambah di Pandanwangi sendiri setidaknya sudah ada empat orang yang cukup mahir membuat kerajinan bunga kering dari klobot jagung, maka dirasa cukup mempunyai ilmu kerajinan.

Aneka produk bunga kering berbahan klobot. Foto: Agus Nurchaliq

“Alhamdulillah produk bunga kering buatan kami sudah diakui oleh tim pelatih dan sudah dianggap layak untuk dijual. Bahkan kami sudah diperbolehkan untuk memberikan pelatihan pembuatan bunga kering berbahan klobot kepada orang lain,” terangnya.

Lalu mereka melatih dan mengajak warga sekitar untuk membuat kerajinan bunga kering dari klobot. Namun karena memang pemikiran setiap orang berbeda-beda, jadi ada warga yang antusias diajak membuat kerajinan bunga kering dan ada juga yang tidak antusias mengerjakan. Meskipun demikian, warga tetap diajak terutama kaum perempuan untuk menunjukkan bahwa sebagai perempuan mereka bisa berkarya. Jadi ibu-ibu yang di rumah diajak untuk berkarya agar bisa menambah penghasilan.

“Di sini kami sengaja tidak langsung memberikan ikan, tetapi memberikan umpan agar masyarakat mau berkarya. Selama masih sehat, mari kita berusaha berkaya agar bisa lebih bermanfaat bagi keluarga,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu perajin bunga kering berbahan klobot di RW 14, Ibu Ong, mengaku mulai menggeluti kerajinan tersebut sejak tahun 2015 setelah ia mendapatkan pelatihan dari Dinas Koperasi. Tidak hanya sekadar menjadi perajin, Ibu Ong juga sering memberikan pelatihan pembuatan bunga kering kepada masyarakat.

Lebih lanjut ia menjelaskan mengenai proses pembuatan bunga kering dari klobot. Pertama-pertama yang harus dilakukan adalah menjemur kulit jagung yang masih hijau hingga kering. Setelah kering, kulit jagung diputihkan dengan menggunakan rendaman satu bak cairan H2O2 selama satu malam. Kemudian kulit jagung akan berwarna putih bersih. Selanjutnya dilakukan pewarnaan sesuai dengan kebutuhan. Usai proses pewarnaan, kulit jagung dijemur kembali untuk kemudian diproses dan dibentuk menjadi bunga apa saja yang diinginkan.

Lindri kembali menyampaikan, untuk kulit jagung biasanya mendapatkan dari penjual sayur yang kemudian diolah untuk menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

“Kami di sini 80% menggunakan bahan limbah. Karena saya dan Bu Ong senang memanfaatkan bahan-bahan sisa tersebut supaya bisa lebih bermanfaat dan meningkatkan nilai jual,” akunya.

Dalam hal pemasaran, biasanya dilakukan secara online maupun dengan mengikuti pameran. Setiap kali ada pameran kerajinan bunga dari kulit jagung yang merupakan produk unggulan dari Posdaya Asli selalu diikutsertakan. Harganya mulai dari 5 ribu sampai dengan ratusan ribu rupiah. Konsumen bisa membeli eceran atau bisa juga membeli dalam bentuk rangkaian. Selain bunga juga ada bross berbahan klobot, tas rajut dan kerajinan clay.

Suasana daerah RW 14 Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang. Foto: Agus Nurchaliq

Dikatakan Lindri, bagi warga yang sudah mampu membuat bunga kering maupun kerajinan yang lain, mereka bisa langsung menjual sendiri tanpa harus melalui Posdaya. Bagi Posdaya yang terpenting adalah pihaknya telah memberikan ilmu yang bisa diterima warga sehingga ibu-ibu bisa berkarya dan bisa menjual produk sendiri untuk turut membantu perekonomian keluarga.

“Kami dari Posdaya Asli ikut bangga apabila ada warga yang berhasil mengembangkan usaha. Berarti ilmu yang kami berikan bisa bermanfaat bagi mereka,” akunya.

Ke depan, Posdaya Asli ingin mendirikan sebuah koperasi yang kini mulai dirintis melalui program simpan pinjam.

“Jadi alhamdulillah dari usaha bunga kering tersebut, keuntungannya kita masukkan ke kas Posdaya dulu. Setelah itu baru kemudian digunakan untuk memberikan pinjaman modal dan memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan,” pungkasnya.

 

Lihat juga...