Pokdakan Minaharjo Kembangkan Kolam Ikan Sistem Plastik
YOGYAKARTA – Gabungan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Minaharjo Manunggal, desa Triharjo, Wates, Kulonprogo, mampu memanfaatkan areal lahan tebu seluas 4 hektare sebagai kawasan sentra budidaya ikan. Lahan minim air yang terletak di tengah areal persawahan luas (bulak) Dalangan itu, disulap menjadi ratusan petak kolam ikan sistem plastik.
Ketua Pokdakan Minaharjo Manunggal, Mujiono, mengatakan, Pokdakan Minaharjo Manunggal terbentuk sejak November 2016. Pokdakan ini menjadi wadah gabungan 11 kelompok pembudidya ikan di desa Triharjo dengan anggota mencapai 220 orang lebih.
“Selama ini kelompok pembudidaya ikan di desa Triharjo berjalan sendiri-sendiri, lalu atas rekomendasi pemerintah, kami menggabungkan diri dan membuat sentra lahan perikanan bersama di kawasan ini. Tujuannya agar penyaluran bantuan dari pemerintah lebih maksimal, selain itu pengawasan juga lebih mudah,” katanya, Senin (25/9/2017).
Disampaikan Mujiono, dari areal seluas 4 hektare, saat ini baru 1,25 hektare lahan yang dimanfaatkan sebagai lokasi budidaya ikan. Terdapat 196 kolam ikan lele, menggunakan sistem plastik, yang merupakan gabungan usaha swadaya masyarakat maupun bantuan dari pemerintah.
“Setiap bantuan perikanan dari pemerintah yang masuk ke desa Triharjo, harus disalurkan ke sentra kawasan perikanan ini. Agar bantuan dapat berkembang dan tidak lenyap begitu saja,” katanya.
Dilakukan secara bertahap, awalnya anggota Pokdakan Minaharjo Manunggal, membuat kolam ikan secara swadaya. Pada tahap selanjutnya mereka mendapat bantuan modal dari pemerintah senilai Rp110 juta, serta bantuan berupa plastik untuk pembuatan kolam, bibit lele, serta pakan.
“Terakhir kita juga mendapat bantuan 117 kolam dari pemerintah. Mulai dari pembuatan kolam plastik, bibit, hingga pakan. Jumlah ini mencapai 60 persen lebih dari total jumlah kolam yang ada,” katanya.
Selama ini, dengan ukuran kolam 4 x 6 meter persegi, dan taburan benih ikan sebanyak 2.500-3,000 bibit per kolam, Pokdakan Minaharjo Manunggal mampu menghasilkan 5 kwintal ikan lele siap jual per minggunya. Dengan penambahan bantuan dari pemerintah itu, jumlah ikan yang dihasilkan diperkirakan akan mencapai 2 ton per minggu.
“Adanya sentra budidaya ikan melalui Pokdakan Minaharjo ini jelas mampu meningkatkan pendapatan pembudidya, serta membuka lapangan kerja baru bagi warga desa. Apalagi, kebutuhan pasar masih terbuka luas,” katanya.