MAKASSAR – Mustari (54) tampak sibuk menyemprot tanamannya dengan pestisida. Penyemprotan ini merupakan kegiatan kedua kali yang dilakukan oleh Mustari dalam bulan ini. Hal ini karena banyaknya belalang dan ulat yang memakan tumbuhan padi milik Mustari.
Mustari dan istrinya mengelola 3 petak sawah yang lahannya dipinjam dari orang lain. 3 petak sawah yang berlokasi di blok 10 Kelurahan Manggalla, Kecamatan Manggalla adalah sumber penghidupan Mustari sekeluarga. Dalam satu tahun ini saja, Mustari baru panen 1 kali karena tahun lalu musim hujan cukup panjang.
Mustari menjelaskan, tahun ini dirinya baru menanti panen karena menunggu air surut. Jika tidak begitu tanaman padi juga bisa tidak tumbuh karena dimakan bekicot.
“Sedang kalau disemprot secara tidak teratur biji padi bisa habis dimakan belalang atau batangnya busuk karena ulat padi,” jelas Mustari kepada Cendana News di sela aktivitasnya, Senin (18/9/2017).
Belalang dan juga ulat padi sudah menjadi ancaman tersendiri bagi Mustari, menjelang panen. Tak ayal Mustari juga merasakan mengalami kerugian. Dari 3 jumlah petak sawah yang dikelola Mustari, jika beruntung Mustari bisa mendapat 30 karung, namun jika tidak, Mustari akan hanya panen seperduanya saja.
Bila 30 karung terisi, Mustari mempunyai persediaan beras untuk hidup dalam setahun. Namun jika sedang kurang beruntung, persediaan beras selama setahun tidak bisa dipenuhi. Jika sudah seperti itu, Mustari tetap membeli beras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mustari menambahkan, modal yang dikeluarkan bisa tidak sebanding dengan hasil panen yang didapatkan.
“Biasa uang saya habis untuk modal 3 petak sawah ini. Untuk traktor, racun hama, pupuk serta alat semprot,” ujar Mustari.
Selain belalang dan ulat padi, burung pemakan padi juga bisa menjadi masalah bagi Mustari. Hal ini membuat istri Mustari turut membantu menjaga sawah yang dikelola oleh Mustari. Jam 10 pagi, Nani istri Mustari, turun ke sawah membantu Mustari menjaga padi agar burung pemakan padi tidak menghabisi padi.
Nani berujar, kalau bukan dirinya yang membantu suaminya, siapa lagi. Kelima anaknya sibuk sekolah sedangkan kebutuhan banyak.
“Mau tidak mau saya turut juga membantu suami di sawah. Menjaga padi agar tidak dimakan oleh burung pemakan padi,” ujarnya.