Perlu Inovasi Agar Dana Desa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
MAUMERE — Peningkatan jumlah dana desa yang digelontorkan pemerintah melalui Kemendes PDTT belum dapat memicu tingkat kesejahteraan masyarakat serta meningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes). Hal tersebut, Kornelis Soge salah satu tenaga ahli pendamping desa di kabupaten Sikka yang ditemui Cendana News, Selasa (26/9/2017).
Dikatakan Kornelis, tahun 2015 dana desa dialokasikan sebesar 20,7 triliun rupiah, tahun 2016 meningkat menjadi 46,9 triliun rupiah sementara tahun 2017 meningkat drastis hingga 60 triliun rupiah. Tapi evaluasi dari Pendamping Desa, Kemendes PDTT bahkan Pemerintah, dilihat bahwa dana desa yang terus meningkat belum bisa mempercepat tingkat kesejahteraan masyarakat di desa.
“Ini yang menyebabkan Kemendes PDTT meluncurkan Program Percepatan Inovasi Desa yang merupakan program baru agar kegiatan yang bersifat Inovatif dan daya kreasi di desa bisa tumbuh,” ungkapnya.

Selama ini, hal tersebut tidak nampak, sehingga dibutuhkan percepatan supaya pemanfaatan dana desa tidak biasa-biasa saja, tapi ada efek yang memberikan pembaharuan.
“Dengan demikian diharapkan dapat memberi nilai ekonomi lebih dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat di desa tersebut,” terangnya.
Kornelis mencontohkan, selama ini dana dipakai untuk membangun embung desa. Hal ini akan didorong agar dimanfaatkan juga untuk budidaya ikan air tawar serta pariwisata.
“Sehingga bisa mendatangkan nilai atau manfaat lebih bagi masyarakat,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kabupaten Sikka Robertus Ray yang ditemui Cendana News di sosialisasi program Percepatan Inovasi Desa tingkat kabupaten Sikka di kantor dinas PMD menjelaskan, dengan adanya program ini maka lembaga-lembaga pemberdayaan yang mempunyai kepedulian terhadap desa juga ikut dilibatkan.
Selain itu tambah Robert sapaannya, dengan program ini diharapkan ada produk-produk unggulan yang dimiliki desa bisa ditampilkan dan inovasi yang dilakukan di desa akan berdampak pada pelayanan dasar masyarakat seperti kesehatan dan pendidikan.
“Ini berkaitan juga dengan Bumdes, dimana inovasi ini tentunya menjadikan Bumdes penyangga dan tentu harapannya ada peningkatan pendapatan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dinas PMD Sikka tandas Robert, sudah melakukan sosialisasi dan sudah pada tingkat kapan tim inovasi kabupaten akan turun ke wilayah dan setelah sosialisasi akan dibentuk tim dengan keputusan bupati dan tim ini yang akan mensosialisasikan apa yang harus dilakukan.
“Tim inovasi kabupaten dibentuk dengan SK bupati dimana di dalamnya ada unsur perguruan tinggi, Penyedia Jasa Layanan Teknis (PJLT), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pendamping desa dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” paparnya.
Di kecamatan tambah Robert, juga ada tim lagi yang akan mensosialisasikan ke desa-desa sebab dana dari kementerian desa akan disalurkan langsung ke rekening di setiap kecamatan.