Sejumlah Sekolah di Solo Gelar Nonbar Film G30S/PKI
SOLO — Sejumlah SMA/SMK di Kota Solo, Jawa Tengah, hari ini mulai menggelar nonton bersama (Nonbar) Film “Pengkhianatan G30S/PKI”. Kegiatan tersebut digelar untuk mengingatkan generasi muda akan sejarah kelam bangsa Indonesia.
Salah satunya, SMK Negeri 5 Surakarta, Jalan Adi Sucipto, Laweyan, Solo. 950 siswa, karyawan dan para guru hingga babinsa mengikuti Nonbar di Aula sekolah.
“Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama Koramil 01/Surakarta dengan SMKN 5 Surakarta. Ratusan siswa terlihat antusias, karena sudah lama tidak diputar di Indonesia,” ucap Kepala SMKN 5 Solo, Drs. Edi Haryana, M.Pd kepada awak media, Selasa (26/9/2017).
Sementara itu, anggota Babinsa Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Serma Sugeng menyebutkan, pemutaran film untuk mengingatkan kembali akan sejarah masa lampau Bangsa Indonesia, terutama terkait tragedi G30S.
“Saya juga berharap film ini dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan rasa mencintai pada para pahlawan yang rela menyerahkan jiwa dan raga demi negara yang kita cintai,” tambah Serma Sugeng.
Sementara itu, ratusan siswa SMKN 7 Surakarta juga mengikuti Nonbar di Aula Kodim 0735/Surakarta. Humas Kodim 0735/ Surakarta, Sertu Pardal menjelaskan, Nonbar di Aula Kodim diikuti 525 siswa dan guru.
Dalam Nonbar tersebut juga dijelaskan, paham komunis merupakan idiologi terlarang di Indonesia. Idiologi tersebut merusak bangsa karena menghalalkan segala cara untuk mencapat tujuannya.
“Terbukti banyaknya tragedi berdarah. Pembantaian sejumlah tokoh agama seperti para kyai, ulama, santri dan para Jenderal. Ini sebagai pembelajaran kepada kita semua sebagai generasi muda,” tandasnya.