Perahu Hias Meriahkan Pelabuhan Adikarta
YOGYAKARTA – Suasana Pelabuhan Tanjung Adikarta, Karangwuni, Wates, Kulonprogo, Yogyakarta, akhir pekan ini nampak berbeda dari biasanya. Pelabuhan yang biasanya sepi itu nampak begitu meriah dengan berbagai macam kegiatan.

Ratusan warga masyarakat maupun wisatawan terlihat memenuhi pelabuhan yang telah lama mangkrak itu. Puluhan perahu tempel nelayan yang dihias dengan berbagai macam atribut juga terlihat mondar-mandir di kawasan calon pelabuhan terbesar di DIY itu.
Setiap perahu nampak memamerkan atribut masing-masing dengan bermanuver di hadapan penonton. Ada perahu yang dihias sedemikian rupa hingga menyerupai ikan paus, ada pula yang berbentuk penyu, hingga perahu yang membawa burung garuda serta menyerupai perahu pinisi.
Itulah suasana yang terlihat dalam acara Festival Nelayan Among Tani Dagang Layar, di Pelabuhan Tanjung Adikarto, Kulonprogo, Yogyakarta, Sabtu-Minggu (16-17/9/2017). Diikuti 50 peserta dari Kulonprogo, Bantul, hingga Gunungkidul, acara ini memang baru pertama kali digelar.
Adalah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY yang menggelar acara ini. Bekerjasama dengan sejumlah pihak, seperti Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata, acara ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi kelautan yang ada di kawasan ini.
Kepala DKP DIY, Sigit Sapto Raharjo, mewakili Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Pakualam X, dalam sambutannya, mengatakan, DIY memiliki potensi kelautan yang sangat besar, dengan garis pantai DIY mencapai 130 kilometer meliputi 3 wilayah Kabupaten, yakni Kulonprogo, Bantul dan Gunungkidul.
“Potensi sumber daya kelautan kita sangat besar. Harus bisa dimanfaatkan, sehingga bisa meningkatkan perekonomian dan memakmurkan masyarakat DIY, khususnya di wilayah bagian selatan. Baik itu dari sektor perikanan tangkap atau wisata bahari,” katanya, Minggu (17/09/2017) siang.
Ke depan, penyelenggaran Festival Nelayan ini diharapkan dapat digelar secara rutin setiap tahun. Selain dapat menarik wisatawan berkunjung ke Pantai dan Pelabuhan Karangwuni, semangat festival ini juga sejalan dengan arah kebijakan Pemda DIY yang ingin mengubah mainset masyarakat dari semula hanya bidang pertanian saja namun juga di bidang kelautan.
“Laut tidak boleh menjadi halaman belakang, tapi harus menjadi halaman depan. Semua pihak harus memberikan perhatian dan partisipasi aktif dengan berkolabirasi bersama untuk menentukan arah kebijakan kelautan yang menyeluruh,” katanya.
Sementara itu, selain ajang lomba perahu nelayan, dalam festival ini juga digelar berbagai kegiatan lainnya, seperti bersih pantai, pameran produk olahan ikan hingga pentas kesenkan wayang dan jatilan.