DENPASAR — Sejak ditetapkannya status Gunung Agung menjadi Awas sejak Jumat (22/9). Membuat kantong-kantong pengungsian di seluruh Bali mulai dipadati oleh para pengungsi.
Seperti yang terjadi di pos pengungsian Klungkung Bali ini misalnya. Hingga hari ini, Sabtu (23/9) tercatat sudah ada sekitar 6.257 jiwa dari total 1.342 KK. Para pengungsi ini ditempatkan di GOR Swaca Pura yang terletak di Desa Gel-gel, Klungkung.
“Mereka yang mengungsi kesini rata-rata adalah warga Karangasem yang rumahnya berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) dalam radius 12 kilo meter dari Gunung Agung, Para pengungsi tersebut terdiri dari para lansia, remaja, serta balita,” ucap Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta pada media, Sabtu (23/9/2017).
Dikatakannya, selain ditempatkan di dalam, pengungsi juga ditempatkan di luar GOR dengan membangun tenda-tenda pengungsian. Hal tersebut dilakukan karena kapasitas hanya mampu menampung sebanyak 1.500 warga.
Kasta menambahkan, pihaknya sudah melakukan antisipasi jika ke depannya pengungsi terus membludak ke wilayahnya. Salah satunya dengan mengungsikan mereka ke beberapa balai banjar di seluruh Desa Klungkung.
Kasta juga mengakui, saat ini kendala yang dihadapi oleh pihaknya adalah tidak tersedianya obat-obatan serta kebutuhan premier bayi seperti susu dan popok.
“Kalau soal kebutuhan pokok saya pastikan aman termasuk penyediaan dapur umum untuk mensuplay makanan bagi para pengungsi. saat ini hanya obat-obatan serta kebutuhan primer bayi seperti susu, dan popok bayi,” pungkasnya.
Seperti yang diketahui, hingga saat ini warga yang mengungsi tercatat mencapai 15.124 jiwa yang tersebar di 126 titik di seluruh kabupaten/Kota di seluruh Bali.
Meningkatkan jumlah pengungsi tersebut disebabkan oleh meningkatnya aktivitas vulkanik yang terjadi di Gunung pernah meletus pada tahun 1963 silam itu.