Penderita Katarak Tertinggi di Indonesia, NTB Akan Punya Rumah Sakit Mata

MATARAM — Setelah sekian lama hanya memiliki Balai Kesehatan Mata, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebentar lagi akan miliki rumah sakit mata dengan kapasitas dan daya tampung lebih besar.

Dengan memanfaatkan gedung lama Bekas Rumah Sakit Daerah (RSUD) Provinsi NTB yang beberapa tahun terakhir mangkrak dan tidak difungsikan.

Alhamdulillah dalam waktu yang tidak lama lagi kita akan memiliki rumah sakit mata dengan kapasitas besar dan diharapkan akan lebih maksimal dalam upaya melayani masyarakat gangguan mata, terutama penyakit katarak,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi di Matram, Jumat (15/9/2017).

Menurutnya sekarang ini, NTB hanya memiliki Balai Kesehatan Mata, sehingga belum maksimalkan memberikan pelayanan, belum lagi kapasitas gedung dan peralatan medis belun memadai.

Sementara jumlah pasien penderita gangguan mata, terutama penyakit katarak terus meningkat dan berpotensi menyebabkan kebutaan, kalau tidak segera ditangani.

Dikatakan, NTB termasuk Provinsi tertinggi masyarakat penderita katarak, yaitu mencapai 150 ribu penderita yang sebagian besar diderita masyarakat lanjut usia, selebihnya juga diderita usia remaja dan anak–anak.

“Gejala penyaki katarak sendiri biasanya dimulai dari pengelihatan yang kabur, berkabut dan buram. Penglihatan juga memburuk pada malam hari atau cahaya terang. Pasien juga lebih peka terhadap cahaya terang atau silau,” ujar Nurhaidini.

Menurut Eka, katarak sendiri muncul disebabkab oleh berbagai faktor, antara lain, faktor lanjut usia maupun sering terkena sinar matahari. Katarak juga erat kaitannya dengan kekurangan gizi.

Keterbatasan sumberdaya berupa dokter spesialis maupun sarana prasarana juga menjadi salah satu penyebab penanganan penyakit kataran lamban mendapatkan penangan.

“Bayangkan saja jumlah dokter spesialis mata yang dimiliki NTB sampai sekarang hanya 18 dokter. Itu pun kebanyakan masih banyak tersebar di Pulau Lombok. Bandingkan dengan jumlah penderita penyakit katarak yang setiap tahunnya cendrung bertambah,”sebutnya.

Karena itu dirinya berharap pada penerimaan PNS tenaga medis, khususnya dokter spesialis, termasuk dokter spesialis mata porsinya bisa lebih dilebihkan, karena kita sangat kekurangan.

Keberadaan rumah sakit mata juga sangat mendesak dan urgen, targetnya, 2018 rumah sakit mata yang sedang dibangun dengan memanfaatkan gedung lama RSUD NTB bisa segera beroprasi” katanya.

Eka menambahkan, pemanfaatan gedung lama RSUD NTB sebagai rumah sakit mata, selain sebagai upaya efesiensi anggaran, gedungnya juga masih kuat dan kokoh untuk dimanfaatkan.

Lihat juga...