Pembangunan Universitas KAHMI akan Dibahas pada Munas Ke 10

YOGYAKARTA — Sebagai organisasi kemahasiswaan tertua di Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memiliki ribuan alumni yang menduduki pos-pos penting di berbagai sektor baik keagamaan, politik-pemerintahan, ekonomi, dan sebagainya. Tak hanya itu, alumni HMI yang tergabung dalam Korps Alumni HMI (KAHMI) juga banyak yang berkecimpung di dunia pendidikan dan intelektual.

Sayangnya hingga saat ini, HMI sebagai sebuah organisasi, belum memiliki lembaga pendidikan berupa perguruan tinggi. Untuk itulah menyambut HUT KAHMI ke 51 sekaligus Musyawarah Nasional (Munas) KAHMI ke 10 di Medan 17-19 November 2017 mendatang, jajaran pengurus pusat berencana membahas pendirian universitas sebagai bagian upaya memajukan dunia pendidikan di Indonesia.

“KAHMI sedang berencana mendirikan universitas. Saat ini sedang digelar rapat badan wakaf yang didirikan para alumni HMI. Sedang kumpul, termasuk Prof Rochmad Wahab, alumni HMI yang juga mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY),” ujar Sekretaris Umum KAHMI DIY, Suhartono di sela acara Dialog Kebangsaan KAHMI DIY di Pemkab Bantul Yogyakarta, Sabtu (9/9/2017).

Meski belum dapat dipastikan nama ataupun lokasi universitas tersebut, namun diperkirakan universitas KAHMI itu akan dibangun di wilayah Jabodetabek dengan mengusung semangat HMI, Yakusa atau Yakin Usaha Sampai.

Sementara sebagai mana tahun-tahun sebelumnya, Munas HMI ke 10 di Medan mendatang diagendakan untuk melakukan pemilihan pengurus baru. Selain itu juga akan diisi denga diskusi aktual antar para anggota guna memberikan rekomendasi ke pemerintah terkait persoalan kebangsaan terkini.

“Sebagai organisasi kemahasiswaan tertua di Indonesia diharapkan HMI dapat terus menjadi organisasi yang dapat ditiru organisasi kemahasiswaan maupun organisasi pemuda di seluruh Indonesia. Yakni pola pengkaderannya. Karena itu sudah diakui sangat bagus. Hampir semua organisasi kemahasiswaan didirikan oleh kader HMI,” katanya.

Untuk menyambut Munas KAHMI ke 10 di Medan yang akan diselenggarakan pada November 2017 mendatang, KAHMI DIY terus melakukan persiapan. Salah satu bentuk persiapan tersebut adalah dengan menggelar Dialog Kebangsaan yang menghadirkan para tokoh nasional bertempat di Pebdopo Pemda Bantul, Sabtu (9/9/2017).

Mengambil tema “Peran umat Islam dalam merebut kemerdekaan RI dan peran alumni HMI dalam mengisi kemerdekaan” Dialog Kebangsaan ini dihadiri oleh tokoh kader HMI seperti Prof Dr Yusril Ihza Mahendra, DR Reni Marlinawati hingga Drs Mashuri Maschabratusan. Turut hadir pula ratusan kader dan alumni HMI dari DIY dan Jateng.

“KAHMI menilai bahwa semangat nasionalisme masyarakat saat ini mulai pudar. Terlebih lagi dengan adanya perkembangan teknologi, sehingga memudahkan terjadinya gesekan di tengah masyarakat. Dengan adanya dialog ini diharapkan dapat meningkatkan kembali semangat nasionalisme dan juga cinta tanah air yang ditujukan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik,” katanya.

Lihat juga...