MANADO – Kota Manado, Sulawesi Utara, menjadi salah satu dari 30 kabupaten dan kota di Indonesia, yang masuk dalam program percepatan pemberantasan kawasan kumuh.
Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Manado menyebut, ada 25 titik di Manado yang masuk dalam katagori kumuh. Keseluruhan titik tersebut menjadi sasaran dari program pemberantasan yang mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat tersebut.
“Karena masuk program tersebut, maka pemerintah pusat memberikan dukungan untuk memprioritaskan pemberantasan kawasan kumuh di Manado,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Manado Linny Tambayong bersama dengan Sekretaris Bapelitbangda Olvie Mangindaan, Senin (25/9/2017).
Meski tersebar secara merata di seluruh Manado, Bapelitbangda Manado mencatat kawasan kumuh di Manado paling banyak berada di tepian Sungai Tondano.
Olvie menyebut, saat ini yang diprioritaskan untuk dientaskan dalam waktu dekat 10 titik kawasan kumuh. Seluruhnya berada di sekitar sungai Tondano. “Yang menadi priotitas ini tentunya ditargetkan agar bisa menjadi lebih baik dibandingkan yang lainnya,” tandasnya.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut pemerintah menurutnya, telah membuat program kotaku atau kota tanpa kumuh, yang dilaksanakan di semua kabupaten dan kota di Indonesia. Mengacu pada program kotaku, kawasan kumuh dibagi menjadi enam bagian sesuai dengan tipologi dan karakteristik lahan, yaitu sungai, pesisir, bukit, dan dari situlah palung banyak di tepian sungai Tondano..
ketua DPRD Manado Noortje Henny Van Bone mengatakan, penyelesaian kawasan kumuh di Manado sudah beberapa kali dibicarakan dengan Bapelitbangda ketika. Salah satunya dilakukan saat ada membahas rancangan peraturan daerah dan hal tersebut mencuat dan diketahui pasti berapa jumlah kawasan kumuh.
Oleh karenanya DPRD disebutnya, memberikan dukungan penuh kepada pemerintah melalui Bapelitbangda untuk memberantas kawasan kumuh, demi kemajuan kota Manado kedepan. (Ant)