Listrik di Kalteng tak Kunjung Nyala

PALANGKA RAYA – Sejumlah warga di kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah mengeluhkan tak kunjung menyalanya listrik di provinsi setempat, padahal pemadaman telah terjadi sejak Kamis pukul 13.30 WIB hingga usai shalat Idul Adha pada Jumat.

“Akibat pemadaman listrik ini, saya sudah seperti tukang jual sate. Kipas-kipas anak yang tidak bisa tidur. Sampai kapankah listrik ini padam,” kata Lianti, seorang warga asal Kabupaten Barito Timur, Jumat pagi.

Warga Petuk Ketimpun Kota Palangka Raya, Mak Ganesa juga mengeluhkan lamanya pemadaman listrik tersebut. Guru di salah satu sekolah swasta ini mengaku pemadaman tersebut membuat dirinya bersama keluarganya sulit beraktivitas akibat tidak ada air.

“Mesin air tidak bisa digunakan karena pemadaman listrik ini. Sekarang ini air sudah tidak ada lagi di rumah. Kita mau mengeluh, tapi tidak tahu harus mengeluh kemana. Semoga saja listrik ini cepat hidup,” kata Mak Ganesa.

PT PLN Cabang Palangka Raya menyebar rilis melalui group WA yang beranggotakan sejumlah wartawan. Rilis tersebut berisi gangguan jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) yang terjadi di jalur antara Gardu Induk (GI) Barikin dan GI Rantau yang menyebabkan padamnya suplai listrik di beberapa wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Manajer Transmisi dan Distribusi PLN Kalselteng Hery Santoso mengatakan, gangguan tersebut terjadi pada Kamis (31/8) pukul 14.31 WITA. Akibatnya, suplai daya dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMg) Bangkanai sebesar 140 Mega Watt (MW) tidak dapat tersalurkan.

Kehilangan daya sebesar 140 MW menyebabkan frekuensi tegangan pada sistem Kelistrikan Kalselteng menjadi drop sehingga beberapa pembangkit besar mendadak berhenti beroperasi.

“Turunnya tegangan secara drastis berdampak terhadap operasi pembangkit lainnya. Karena tegangan yang terlampau rendah, pembangkit lainnya termasuk PLTU Asam-Asam, PLTU Pulang Pisau mendadak trip (berhenti beroperasi),” ujar Hery.

Saat ini PLN masih berupaya keras untuk memulihkan sistem kelistrikan Kalselteng. Secara bertahap masing-masing Gardu Induk mulai dioperasikan. Selanjutnya secara bertahap pembangkit-pembangkit akan mulai dioperasikan untuk kemudian sinkron ke sistem kelistrikan.

“Memastikan parameter keamanan, kami memerlukan waktu memulihkan sistem kelistrikan secara bertahap,” ujarnya.

Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tidak terduga ini dan dirinya berharap masyarakat dapat bersabar serta berdoa agar proses pemulihan sistem kelistrikan yang saat ini sedang dilakukan dapat berjalan dengan lancar. (Ant)

Lihat juga...