Padang Maju Lomba Media Tradisional Tingkat Nasional

PADANG — Kota Padang, Sumatera Barat, berhasil menjuarai Lomba Media Tradisional tingkat Sumbar yang digelar di Auditorium Gubernuran sejak 6-7 September 2017. Kota Padang sukses mengalahkan juara bertahan Kota Solok yang harus puas menempati posisi kedua dan Kota Pariaman di posisi ketiga.

Wakil Gubernur Sumbar menyerahkan penghargaan kepada peserta lomba media tradisional. -Foto: M. Noli Hendra

“Lomba Media Tradisional yang kita gelar sudah berakhir dan tampil sebagai juara adalah Kota Padang. Tahun lalu, Kota Solok tampil sebagai juara dan sekarang harus puas di posisi kedua,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sumbar, Yeflin Luandri, Kamis (7/9/2017).

Menurutnya, dengan tampilnya Kota Padang sebagai juara, maka Padang berhak atas tiket lomba tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Palembang pada November, nanti. Padang memiliki beban cukup berat, karena harus mempertahankan gelar juara yang sebelumnya diraih oleh Kota Solok.

“Tahun lalu, kita juara nasional. Saat itu diwakili oleh Kota Solok. Untuk itu, tahun ini kita berharap Padang bisa mempertahankannya. Kita berharap Padang bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin. Masih ada waktu dua bulan untuk mempersiapkan diri,” kata Yeflin.

Menurut Yeflin, jika Sumbar sukses menjadi juara, selain mempertahankan gelar juara tahun lalu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, secara langsung juga akan mendapatkan penghormatan dengan diberikan penghargaan sebagai kepala daerah yang memiliki perhatian besar pada media tradisional dari Kementerian Komunikasi dan Informasi.

“Jika kita juara lagi di tingkat nasional, gubernur kita akan mendapatkan penghargaan dari Kemeterian Kominfo. Untuk itu, saya sangat berharap Padang bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin sehingga bisa menjadi juara,” kata Yeflin.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, yang menutup acara itu mengatakan, lomba media tradisional adalah upaya untuk melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di Sumbar. Pemerintah Provinsi Sumbar sendiri memiliki komitmen yang tinggi untuk melestarikan nilai-nilai tersebut.

Diskominfo Sumbar, kata Nasrul, memiliki peran untuk mengembangkan nilai-nilai tersebut melalui penyebaran informasi dari media tradisional tersebut. Penyebaran tersebut, bisa melalui media sosial.

“Kita mendukung upaya penyebaran nilai-nilai budaya tersebut melalui media sosial, sehingga pihak luar akan tertarik menikmatinya dan datang ke Sumbar. Kewenangan kita adalah untuk informasi dan komunikasi, sedangkan untuk yang lain tentu ada di stakeholdere yang lain,” ujarnya.

Lihat juga...