Remaja di Lamsel Galang Dana untuk Rohingya
LAMPUNG — Berangkat dari rasa keprihatinan, pemuda-pemudi di Kecamatan Sragi dan Palas menggelar aksi kepedulian terhadap nasib Rohingya, di pertigaan Blangah, Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Kamis (7/9/2017).

Maya mengungkapkan, aksi bertajuk ‘Bunga untuk Rohingya’ tersebut merupakan permulaan aksi konser amal yang rencananya akan digelar sebelum 22 September, di mana semua donasi akan dikumpulkan pada acara konser amal kemanusiaan untuk Rohingya di Universitas Bandar Lampung.
“Kami sebagai remaja kecamatan Palas dan Sragi memiliki keinginan untuk membantu saudara-saudara kami yang ada di Myanmar, yang disebut dengan orang Rohingya. Aksi kami lebih kepada kepedulian kemanusiaan tanpa memandang agama maupun ras”, terang Maya, Kamis (7/9/2017).
Maya yang melakukan aksi bersama the queen, kelas fotografi VR, kampung pelangi serta para remaja Kecamatan Palas dan Sragi, berempati terhadap kekerasan kemanusiaan tanpa memperhatikan latar belakang agama, ras serta alasan apapun. Melainkan tragedi kemanusiaan yang harus dihentikan. Ia menyebut, tragedi kemanusiaan di Myanmar yang menimpa warga Rohingya harus dihentikan dan semua warga di dunia harus memiliki kepedulian dalam berbagai bentuk, salah satunya penggalangan dana.

“Pembagian bunga yang bertujuan agar masyarakat membeli bunga sebagai donasi berapapun nilainya akan kita satukan dengan donasi dari relawan lain dan disatukan pada akhir September nanti”, ungkap Maya.
Pada kuntum-kuntum bunga yang dibagikan, terselip puisi berjudul ‘Bunga untuk Rohingya’ dengan empat bait puisi, di antaranya berbunyi: Pak… Buk../ Kami datang membawa bunga/ Bunga biasa murah harganya/ dan seterusnya.
Aksi bertajuk ‘Bunga untuk Rohingya’ dengan titik awal di Desa Blangah dalam beberapa pekan ke depan sebelum aksi amal juga akan dilakukan di sejumlah tempat untuk membawa bunga dan menjualnya ke sejumlah sekolah, puskesmas dan kantor kecamatan serta sejumlah titik di Kecamatan Palas dan Sragi, termasuk tempat wisata Kampung Pelangi di Palas Pasemah. Ratusan kuntum bunga disiapkan dan akan dibagikan dan dijual sebelum 22 September. Berapapun jumlah dana yang terkumpul akan didonasikan kepada warga Rohingya melalui kegiatan konser amal di Universitas Bandarlampung.
Maya menyebut, sebagian memberi donasi cukup beragam mulai dari Rp5.000, Rp10.000, bahkan lebih. Menurutnya, aksi tersebut sekaligus menggugah kesadaran untuk memberikan sebagian rejeki yang dimiliki untuk membantu warga Rohignya.
Salah satu warga Desa Sukapura, Yunita, mengungkapkan, aksi kemanusiaan untuk Rohingya dengan konsep membagikan bunga, cukup menyentuh, terutama karena kepedulian untuk Rohingya tersebut merupakan bentuk kepedulian sebagai manusia, tanpa memperhatikan suku, bangsa dan agama.
Bencana kemanusiaan yang terjadi di Myanmar tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi semua bangsa untuk saling menghargai hidup sesama lainnya, tanpa pembedaan dengan tetap menghormati hak asasi manusia. Diakuinya, bantuan uang masih cukup kecil, sementara warga Rohingya memerlukan dukungan dalam berbagai hal termasuk kesehatan dan rasa aman.