‘KI’ Kenalkan Berbagai Profesi pada Siswa SD
PONOROGO – Kelas Inspirasi (KI) yang diprakarsai oleh para alumni Indonesia Mengajar (IM) sejak 2012, bertujuan untuk memberikan informasi terkait pekerjaan para profesional, seperti masinis, dosen, seniman dan sebagainya kepada siswa yang kini duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Namun, untuk bumi reog sendiri, KI baru dimulai sejak 2013 dan sukses dihelat tiap tahunnya.

Meski KI hanya digelar dalam waktu sehari, diharapkan bisa memberikan wawasan kepada para siswa terkait profesi. “Biasanya kan adik-adik SD hanya tahu profesi guru, polisi atau dokter, jadi KI memberikan wawasan baru terkait profesi lainnya,” jelas Contact Person (CP) KI Ponorogo V, Andri Ma’ruf Anshori (24), Kamis (7/9/2017).
Pria yang akrab disapa Andri ini menuturkan, dalam kegiatan ini relawan KI ada tiga jenis, yakni Relawan Pengajar, Relawan Dokumentator dan Relawan Fasilitator. Setiap relawan memiliki fungsi tersendiri, seperti relawan pengajar harus bisa memberikan inspirasi kepada siswa SD dengan syarat sudah bekerja minimal 2 tahun serta bidang pekerjaan yang berbeda dan tentunya selain guru.
“Karena kita mencari bidang pekerjaan yang mungkin belum dimengerti adik-adik SD,” ujarnya.
Ada relawan dokumentator yang bertugas mendokumentasikan kegiatan selama 1 hari penuh, nanti foto dan video akan dibagikan melalui media sosial. “Mudah-mudahan bisa menambah minat untuk terus berkontribusi dalam bidang pendidikan,” imbuhnya.
Dan, terakhir ada relawan fasilitator yang juga bisa dibilang panitia, karena fasilitator yang menyiapkan semua acara, mulai dari pendaftaran relawan, seleksi, briefing, pelaksanaan hari H sampai refleksi setelah hari H. “Biasanya yang ikut fasilitator itu mahasiswa,” tutur pria yang juga pernah menjadi relawan KI di Magetan.
Disinggung terkait jumlah relawan, Andri menuturkan, relawan disesuaikan dengan jumlah target sekolah. Misal, target ada 10 sekolah dan setiap sekolah paling tidak harus ada enam relawan, jadi total 60 relawan. “Nah, jika jumlah relawan melebihi akan kita seleksi dulu menyesuaikan jumlah target sekolahnya, tahun ini kebetulan ada enam sekolah yang kami kunjungi,” paparnya.
Enam sekolah tahun ini yang akan dikunjungi oleh relawan KI berada di Kecamatan Pulung, dengan jadwal pelaksanaan pada 25 September 2017. Tahun sebelumnya, ada di Kecamatan Ngebel dan Kecamatan Ngrayun. Sekolah yang dipilih pun tidak sembarangan, harus yang benar-benar membutuhkan inspirasi.
“Sebisa mungkin sekolah yang memang butuh kita, jadi rata-rata sekolah di pedesaan, atau agak terpencil. Dan, sekolah-sekolah seperti itu yang disukai para relawan,” tandasnya.
Ada cerita menarik dari setiap kegiatan KI, ada seorang pekerja tambang lengkap dengan seragam oranye, tapi bagi adik-adik SD dikira pemadam kebakaran. “Dulu ada juga masinis, dia membawa boneka kereta,” pungkasnya.