Keberadaan TWA Gunung Tunak Diharapkan Berdampak Terhadap Kesejahteraan Masyarakat

LOMBOK TENGAH — Masyarakat Kawasan sekitar hutan selama ini kerap teridentifikasi menjadi salah satu kantung kemiskinan, seperti halnya daerah pedesaan dan masyarakat pesisir.

Kurangnya keterlibatan masyarakat dalam hal pengelolaan kawasan hutan termasuk minimnya pengetahuan dalam masalah pemanfaatan kawasan hutan juga menjadi salah satu faktor mengapa kantung kemiskinan banyak terdapat di kawasan hutan.

“Untuk itulah pemanfaatan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak diharapkan bisa lebih banyak melibatkan masyarakat terutama masyarakat sekitar kawasan hutan, sehingga akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Desa Mertak Haji Lalu Bangun, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (8/9/2017).

Pemanfaatan TWA Gunung Tunak menjadi kawasan ekowisata dengan tetap menjaga kelestarian kawasan hutan dan nilai kearifan lokal adalah salah satu bentuk pelibatan masyarakat, ikut mengambil bagian menikmati kemajuan pariwisata dan kekayaan alam.

Dengan kebijakan tersebut, upaya pemerintah dalam upaya mengentaskan kantung kemiskinan di kawasan hutan diharapkan akan bisa terwujud.

“Kita kaya akan sumber daya alam terutama di kawasan hutan dan bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga tidak ada alasan kemiskinan harus ada di kawasan hutan.”

Ditambahkan salah satu keistimewaan TWA Gunung Tunak dibandingkan TWA lain di NTB, TWA Gunung Tunak dikelilingi tujuh pantai yang sangat indah dan bisa menjadi nilai lebih secara ekonomi bagi Kelompok Masyarakat Sadar Wisata Tunak Besopok yang mengelola.

Lihat juga...