Ingatkan Pengendara, Pemkot Balikpapan Perbanyak Zona Sekolah

BALIKPAPAN — Guna mengingatkan pengguna jalan dan pengendara roda dua maupun empat, Kementerian Perhubungan memperbanyak peringatan jalan sebagai Zona Sekolah atau yang lebih dikenal Zona Selamat Sekolah (Zoss). Zona sekolah ini untuk mengingatkan pengendara untuk berhati-hati dan pelan-pelan saat berkendaraan karena memasuki area sekolah.

Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan Sudirman Djayaleksa menjelaskan zona sekolah dibuat pada kawasan sekitar sekolah yang perlu dikendalikan lalu lintas kendaraan terkait kecepatan, parkir, menyalib, pejalan kaki yang menyeberang jalan. Pengendalian perlu dilakukan mengingat banyak anak-anak sekolah yang berjalan kaki menuju sekolah.

“Fungsinya untuk mengingat di depan sekolah harus berhati-hati. Zoss dibangun melalui anggaran Kementerian Perhubungan yang dikerjakan oleh Balai Transportasi Angkutan Darat, bukan dari anggaran daerah,” katanya Kamis, (7/9/2017).

Zona sekolah juga diperlukan desain dan cermat dari marka jalan, agar pengendara lebih memahami apa arti dari zona sekolah yang dibuat. Di zona sekolah terdapat zebra cross sebagai tempat penyeberangan jalan, warna jalan di depan sekolah biasanya digunakan warna merah, dan perambuan di mana akan ada rambu larangan parkir dan larangan mendahulu kendaraan satu sama lainnya.

“Ada beberapa titik yang sedang di buat oleh Kementerian Perhubungan khususnya jalan-jalan yang berada di jalan negara. Banyak titik, ada di Kilometer 2 dan 3 Soekarno Hatta, jalan Marsma Iswahyudi. Kalau di kota juga sudah ada yang dibuat jelas berdekatan dengan sekolah,” paparnya.

Sementara itu, Orang tua siswa Kelas 6 SD Kartika V-III, Ono mengapresiasi pemerintah membangun zona sekolah di kawasan sekolah. Karena di area yang rama sekolah pengendara juga perlu diingatkan agar pengendara pastinya dari kelajuan motor untuk dikurangi.

“Banyak anak-anak yang diantar dan di jemput sekolah kemudian menyeberang. Ada juga yang jalan, dengan zona sekolah sangat terbantu, seperti pengingat kita,” tukasnya.

Apalagi dengan adanya rambu-rambu lalu lintas di sekolah, siswa juga tidak takut untuk menyeberang dan berjalan sendiri.

Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan Sudirman Djayaleksa/Foto: Ferry Cahyanti.
Lihat juga...