Empat Belas Negara Bertemu Bahas Pengendalian Hama Wereng

YOGYAKARTA – Bersama dengan 14 negara lainnya, Indonesia tengah berupaya mengembangkan strategi pengendalian hama penyakit atau wereng serta pencegahan penyebaran virus padi secara terpadu. Hal itu dilakukan dengan saling tukar-menukar informasi maupun pengetahuan dan teknologi antarsetiap negara, lewat workshop AFACI on Food Crops yang diselenggarakan di Yogyakarta Rabu-Jumat (27-29/9/2017).

Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Prama Yufdi mengatakan, permasalahan hama penyakit tanaman di negara Asia secara umum relatif sama. Hanya saja setiap negara memiliki cara pengelolaan yang berbeda satu sama lain. Karena itu melalui kerjasama inilah diharapkan dapat ditemukan solusi terbaik dalam hal pengendalian hama di setiap negara.

“Saling tukar menukar informasi dan kerjasama semacam ini sangat penting. Karena kita tidak mampu bekerja sendiri. Terlebih workshop ini nantinya tidak hanya mencakup pemberantasan hama saja, tapi membahas secara komprehensif dari hulu sampai hilir semua aspek persoalan mengenai pengendalian hama penyakit padi,” katanya seusai membuka workshop AFACI on Food Crops, tersebut Rabu.

Asian Food and Agriculture Cooperative (AFACI) sendiri merupakan organisasi negara Asia di bidang pangan dan pertanian yang bertujuan mempromosikan pertanian berkelanjutan di kawasan Asia, serta berkontribusi dalam peningkatan ekonomi secara konsisten melalui kerjasama teknologi di bidang pertanian dan pangan. Mayoritas kegiatan AFACI ialah kerjasama internasional mengenai pengembangan pertanian berkelanjutan dan teknologi pangan yang dapat merespon perubahan lingkungan di bidang pertanian.

Prama Yufdi menjelaskan, kegiatan yang disponsori oleh Pemerintah Korea Selatan melalui Rural Development Adminstration (RDA) ini akan melakukan berbagai kegiatan antara lain mengamati perkembangan wereng coklat dan virus kerdil yang ditularkannya di daerah-daerah endemis sehingga diperoleh informasi tingkat serangan dan populasinya. Serta memberikan bimbingan pengetahuan tentang hama (wereng padi) dan penyakit yang ditularkannya juga teknik pengendaliannya pada petani atau kelompok tani di sekitar lokasi percobaan.

“Tujuan dari workshop ini adalah untuk mengevaluasi perkembangan kegiatan proyek, sharing hasil penelitian di masing-masing negara serta membahas rencana kegiatan proyek ke depan,” katanya.

Dijelaskan peserta workshop ini sendiri berjumlah sekitar 50 orang yang berasal dari 14 negara anggota AFACI di antaranya Bangladesh, Bhutan, Kamboja, Indonesia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Filipina, Srilanka, Thailand, Vietnam, hingga Korea.

Selain mempresentasikan perkembangan proyek masing-masing, nantinya juga akan dilakukan kunjungan lapangan yaitu melihat teknologi integrasi Mina Padi dan ikan dengan sistem Jajar Legowo di Pakem, Kabupaten Sleman serta mengunjungi kegiatan Bioindustri sapi dan sayuran serta produksi benih kentang di Desa Sumberejo juga di Desa Bandungan Wetan, Ngablak, Kabupaten Magelang.

“Kegiatan AFACI ini akan sangat mendukung program pencapaian swasembada pangan di Indonesia utamanya peningkatan produksi padi melalui upaya pengendalian hama penyakit dan peningkatan produksi kentang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi kentang nasional yang terus meningkat,” katanya.

Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Prama Yufdi. Foto: Jatmika