BEIJING – Perusahaan di China berhasil memproduksi pesawat amfibi nirawak atau drone yang bisa digunakan untuk mengirimkan barang kebutuhan ke wilayah kepulauan dan mampu mendeteksi kapal selam.
Drone yang diberinama U650 tersebut merupakan produksi dari UVS Intellegence System. Saat ini telah dilakukan upaya produksi secara masal terhadap produk tersebut.
Proses produksinya akan beroperasi secara komersial pada 2017. “Produksi masalah dilakukan bekerja sama dengan salah satu perusahaan pengiriman barang di China dan salah satu perusahaan di Asia Tenggara,” ungkap pendiri sekaligus direktur UVS Intellegence System Liu Jiandong, Selasa (26/9/2017)
Kendati menolak menyebut identitas dua kliennya dalam produksi masal tesebut, Liu menyebut, nilai kontrak kerjasama yang dilakukan diklaim sangat besar.
“Kami bekerja sama dengan klien dalam negeri untuk mengajukan permohonan pengesahan dari otoritas lalu lintas udara atas pesawat buatan kami yang rencananya digunakan untuk angkutan barang pada tahun depan,” ujarnya.
Pengembangan U650 berbasis pesawat amfibi ringan Colyaer Freedom S100 buatan Spanyol yang seluruh hak propertinya telah diakuisisi perusahaan Shanghai itu. Menurut pihak UVS, drone amfibi buatannya telah melakukan penerbangan perdana di perairan wilayah tengah China pada Desember 2015.
Pesawat tanpa awak sepanjang 5,85 meter yang terbuat dari serat karbon itu bisa bertahan di udara hingga 15 jam dengan kecepatan 180 kilometer per jam dan daya jelajah 2.000 kilometer.
Drone tersebut mampu tinggal landas dan mendarat di landasan pendek tak beraspal, rumput, dan air. Pesawat tersebut juga mampu mengangkut kargo seberat 250 kilogram.
“Pesawat kami bisa terbang dan mendarat di air. Tidak beresiko terhadap manusia di jalur udara,” ujar Liu.
Sebagian besar perusahaan kargo di China, seperti China Post dan SF Express telah mulai berinvestasi pada penelitian dan pengembangan drone kargo. Perusahaan kargo global, Amazon dan DHL Express telah mengerahkan sejumlah drone untuk pengiriman kargo skala kecil dan uji coba serta melanjutkannya dengan model baru.
Selain untuk pengangkutan barang, U650 juga bisa memberikan manfaat bagi pasukan dan warga China di kepulauan di Laut China Selatan. Amfibi drone itu juga mampu melakukan pengintaian dan mampu mengangkut radar, sonar, dan peluru kendali.
“Pesawat ini bisa digunakan untuk mengangkut barang-barang di kepulauan itu beberapa kali dalam sehari dengan biaya murah,” pungkasnya. (Ant)