Disperindag Banjar Siap Gelar Operasi Pasar

BANJAR – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Banjar, Jawa Barat, menyatakan siap melakukan operasi pasar guna menekan harga beras yang terus naik di pasaran, saat musim kemarau seperti sekarang ini.

“Kami sangat siap melakukan kegiatan operasi pasar, bila kenaikan harga beras di pasaran sudah melebihi harga penjualan normal,” ungkap Kepala Bidang Disperindag Kota Banjar, Mamat Rahmat, S.STP., MSi., Jumat (8/9/2017).

Menurut Mamat, saat ini harga beras di Pasar Banjar berkisar antara Rp8.800/kg, padahal seminggu sebelumnya hanya Rp. 8.000,-/kg. Kenaikan terjadi secara bertahap, dari mulai Rp8.200, 8.400 hingga 8.600.

“Hasil pantauan petugas kami di lapangan, memang kenaikan harga beras terjadi di tingkat pedagang yang biasa berjualan di Pasar Banjar. Kenaikan harga beras terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu pasokan berkurang, dan cuaca kemarau seperti sekarang ini,” jelas Mamat.

Mamat juga mengatakan, saat ini untuk pasokan beras Kota Banjar, masih sangat bergantung dari daerah lain, seperti Lakbok, Banjarsari, Pamarican dan Majenang. Hal ini disebabkan tidak tersedianya lahan lokal yang memadai untuk dapat ditanami padi.

“Wilayah Kota Banjar ini rentan terhadap fluktuasi harga beras, tapi kita siap melakukan operasi pasar, kapan pun diperlukan, bahkan kami selalu berkoordinasi dengan Bulog,” kata Mamat.

Menurutnya pula, bila tren kenaikan harga beras saat musim kemarau seperti sekarang ini terus melejit, maka mau tidak mau, Disperindag akan bekerjasama dengan Bulog untuk menggelar operasi pasar.

Mamat mengimbau kepada para pedagang beras yang ada di Pasar Banjar, untuk tidak mencari-cari kesempatan dalam hal menaikkan harga beras. Karena dengan terjadinya kenaikan harga yang tidak sesuai dengan harga normal, hal tersebut dapat merugikan para pembeli.

Lihat juga...