Dinas Pertanian NTT Dorong Desa Bangun Embung

KUPANG — Dinas Pertanian Nusa Tenggara Timur mendorong semua desa di daerah ini membangun embung dengan memanfaatkan sumber dana dari dana desa untuk mengatasi krisis air saat kemarau panjang datang melanda seperti yang tengah berlangsung saat ini.

“Embung dapat menampung air di musim hujan, dan dapat dimanfaatkan oleh warga saat kemarau panjang datang melanda seperti saat ini,” kata Kepala Dinas Pertanian NTT Yohanis Tay Ruba di Kupang, Rabu (6/9/2017).

Saat ini, sudah tercatat sembilan dari 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur masuk dalam kategori “Darurat Kekeringan”, sehingga perlu secepatnya diatasi guna membebaskan para petani dari ancaman kemarau panjang itu.

Tay Ruba mengemukakan hal itu ketika ditanya langkah strategis dari pemerintah dalam mengatasi kekurangan air bersih bagi sektor pertanian dan ternak serta warga masyarakat dalam musim kemarau tahun ini.

Masalah kekeringan bukan hal yang baru dialami warga Nusa Tenggara Timur, namun kondisi tahun ini dirasakan lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menurut dia, membangun embung dengan menggunakan dana desa diyakini dapat menjawab kesulitan warga yang tengah dilanda kekeringan saat ini.

“Kita dorong setiap desa yang menerima dana desa dapat membangun embung desa agar bisa mengatasi kesulitan air bersih seperti yang sedang dihadapi saat ini,” katanya.

Ia mengatakan dana desa yang dialokasikan pemerintah pusat setiap tahun terus meningkat, sehingga sebagian dana itu bisa digunakan rakyat untuk membangun embung kecil dengan nilai Rp200 hingga Rp500 juta.

“Dampak yang bisa dirasakan adalah peningkatan produktifitas hasil pertanian milik petani di wilayah pedesaan itu. Bahkan panen dapat dilakukan dua kali setahun jika sebelumnya hanya satu kali panen,” katanya.

Menurut Tay Ruba, salah satu kendala dalam pembangunan sektor pertanian di wilayah pedesaan NTT selama ini, karena kekurangan sumber daya air untuk mengairi areal pertanian yang ada.

Untuk mengatasi kendala tersebut, kata dia, dapat diatasi dengan membangun embung sehingga persoalan air untuk kebutuhan pertanian dapat teratasi.

“Saya sangat optimis jika setiap desa memiliki embung maka lahan pertanian di desa-desa yang belum digarap, dapat diolah secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya (Ant).

Lihat juga...