Danramil Pasar Kliwon Dukung Penuh Pendirian GBN Solo

SOLO — Deklarasi Gerakan Bela Negara (GBN) sekaligus pelantikan pengurus di Solo, Jawa Tengah, mendapat apresiasi tersendiri. Munculnya gerakan untuk menegakkan kedaulatan NKRI serta menjaga Idiologi bangsa tersebut juga mendapat dukungan dari kalangan TNI.

Komandan Koramil 05 Pasar Kliwon, Solo, Kapten Infantri Waluyo menegaskan, TNI bersama rakyat akan mengawal terus keselamatan NKRI. Adanya GBN di Solo juga merupakan elemen masyarakat yang dapat memperkuat tugas dan fungsi TNI sebagai penjaga kedaulatan bangsa Indonesia, dari paham-paham terlarang.

“GBN ini tergolong organisasi baru. Meski begitu, organisasi ini bagus sekali untuk bersama-sama menegakkan keutuhan NKRI,” katanya kepada Cendana News, usai sarasehan bertemakan “Kebangkitan Komunis PKI di Indonesia Adalah Nyata, bukan Ilusi”, yang diselenggarakan di gedung MUI, Solo, Jumat (22/9/2017).

Menurut Danramil Pasar Kliwon, adanya sejumlah informasi yang mampu membahayakan keberlangsungan NKRI tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, sejauh ini, upaya untuk merongrong Idiologi Bangsa, yakni UUD 1945 dan Pancasila terus dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Tapi kita harus menyikapi informasi tersebut dengan prosedur yang ada. Kita tidak boleh liar dalam penanganannya dan harus jeli. Makanya TNI bersama masyarakat harus pasang mata, pasang telinga. Mana kala ada informasi yang kira-kira mengarah ke sana, segera dinformasikan sehingga bisa dilakukan langkah-langkah yang pasti,” terang Kapten Infantri Waluyo.

Danramil 05 Pasar Kliwon, Solo, Kapten Infantri Waluyo/Foto: Harun Alrosid

Ditambahkan Danramil, TNI bersikap tegas terhadap organisasi ataupun tumbuh kembangnya paham komunis. Sebab, PKI merupakan organsiasi terlarang di Indonesia, sebagaimana tercantum di TAP MPRS No 25 tahun 1966.

“Oleh karena itu kita akan kawal, kita amankan ini. Ini perintah Undang-Undang, sehingga TNI bersama rakyat dan komponen lainnya harus komitmen untuk memberantas paham Komunis dan PKI,” tandasnya.

Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Dr Muindinillah menyatakan, tidak ada jalan lain untuk memerangi PKI kecuali dengan perang idiologi. Pancasila dan UUD 1945 tidak akan menang jika tidak dipandang dengan idiologi.

“Maka harus dikembalikan ke akar sejarahnya. Indonesia ini apa, sehingga yang ditugasi negara harus benar-benar membela negara bukan penguasa. Pancasila dan UUD 1945 harus benar-benar dijadikan Idiologi bangsa, sehingga kita bisa menang melawan idiologi PKI,” imbuh cendikiawan muslim Solo tersebut.

Sementara itu, Ketua DPW GBN Jawa Tengah, Imam Subekti menambahkan, setelah dilantik, GBN Solo harus secepatnya memperkuat konsolidasi dengan berbagai elemen dan ormas, organsasi kepemudaan yang ada di Solo dan sekitarnya. Menurut Imam, wilayah Solo dan sekitarnya merupakan lokasi yang strategis untuk menghalau kebangkitan PKI.

“Kita perkuat konsulidasi Solo raya. Bentuk kepengurusannya sampai Kecamatan dan Desa biar bisa bergerak. Karena Solo sangat strategis menghalau kebangkitan PKI dan paham terlarang lainnya,” katanya.

Lihat juga...