BPBD Bantul Imbau Warga Lokalisir Pembakaran Sampah

BANTUL — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau warga setempat melokalisir sampah yang akan dibakar pada lahan penuh pepohonan maupun pekarangan untuk mencegah kebakaran lahan.

“Penyebab utama kebakaran lahan itu karena budaya masyarakat pada musim kemarau seperti ini melihat banyak sampah terus dibakar, tapi tidak dilokalisir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto, di Bantul, Senin (18/9/2017).

Karena itu, kata dia lagi, masyarakat yang melakukan pembakaran sampah tercampur dengan dedaunan kering di sekitar lahan atau pekarangan sebelumnya melokalisir sampah atau mengumpulkan dalam satu tempat, agar tidak merembet ke lokasi lain.

“Budaya membakar sampah yang tidak dikumpulkan dalam satu tempat dan masih menjadi satu dengan yang lain atau bergandengan dan kemudian ditinggalkan menjadi salah satu penyebab utama terjadi kebakaran lahan di Bantul,” katanya lagi.

Bahkan, kata dia, berdasarkan data yang dihimpun BPBD Bantul kasus kebakaran di wilayah Bantul sepanjang 2017 sampai dengan minggu pertengahan September mencapai 79 kejadian, dengan kebakaran lahan mendominasi pada musim kemarau yang terjadi sejak Juli.

“Kalau dibandingkan 2016 peningkatannya cukup signifikan, tahun 2016 ada 58 kejadian sampai akhir tahun, tapi pada 2017 sampai September sudah 79 kejadian, karena ditambah banyak kejadian kebakaran lahan salah satunya dipicu kemarau,” katanya pula.

Dwi Daryanto menjelaskan, titik-titik kebakaran lahan di wilayah Bantul yang dilaporkan ke instansinya terjadi di wilayah Kecamatan Piyungan berjumlah tiga sampai empat kali kejadian kebakaran, kemudian di Desa Seloharjo Pundong, Wukirsari Imogiri, dan Pajangan.

Ia mengatakan, di wilayah-wilayah tersebut potensi terjadi kebakaran lahan cukup tinggi, karena selain banyak terdapat lahan hutan masyarakat juga budaya masyarakat sering membakar sampah namun tidak memperhatikan kondisi sekitar.

“Pencegahannya dengan mengubah budaya masyarakat selama ini membakar sampah terus ditinggal, kami tidak melarang membakar sampah, tapi harapan kami ditunggu sampai selesai agar tidak merembet ke lahan yang bisa merugikan masyarakat,” katanya lagi (Ant).

Lihat juga...