Batu Nago, Potensi Wisata yang Belum Terjamah

PESISIR SELATAN — Beranjak dari cerita rakyat di Labuan Baru, Kecamatan Batang Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, adanya bebatuan batu yang menyerupai kepala dan kaki nago (naga) yang terdapat di Pulau Keong. Lokasi itu seakan menimbulkan rasa penasaran.

Rakyat setempat menyebutkan, konon Pulau Keong yang berada dekat dari pantai arah Sungai Nipah itu, terbelah akibat dicakar oleh seekor naga yang mengamuk pada tahun yang tidak diketahui kepastiannya. Kebenaran dari cerita rakyat setempat, bisa dilihat adanya bentuk kepala dan kaki naga dari bebatuan yang ada di pulau tersebut. Untuk melihat itu, masyarakat setempat menyarankan agar melihatnya di saat air laut lagi pasang surut.

Terlepas dari cerita rakyat tersebut, ternyata lokasi di sekitar Batu Nago (Naga) itu, sungguh-sungguh indah. Pasir yang putih, air lautnya biru bening dan landai. Apalagi ombaknya begitu tenang, sehingga sangat pas bagi anak-anak berenang.

Namun, pantai yang berada di kaki Bukit Pulai tersebut, sangat terlihat belum pernah dijamah, baik masyarakat sekitar ataupun masyarakat luar dari Labuan Baru. Hal ini dikarenakan, akses jalan untuk menuju Batu Nago itu, masih belum tersedia. Bahkan, untuk mencapai lokasi itu, harus menempuh jalan setapak yang dibuat oleh petani yang berkebun di daerah tersebut.

Butuh waktu sekitar satu jam dengan cara berjalan kaki untuk masuk hutan dan sampai ke lokasi Batu Nago. Sepanjang perjalanan, akan terdengar suara hiruk pikuk kendaraan yang melintasi di Bukit Pulai, yang merupakan jalan Batang Kapeh-Painan.

Alasan tidak bisa menempuh perjalanan dari bibir pantai, karena ada beberapa titik jalan, yang dihadang oleh batu-batu besar bekas bongkahan batu karang. Kendati perjalan ditempuh dengan memasuki hutan yang ada di pinggir pantai tersebut, jika dihitung waktu jarak tempuh akan sama apabila melintasi bibir pantai.

Wido, pemuda setempat mengatakan, cerita tentang Batu Nago sudah cukup populer oleh masyarakat di Taluak Kasai hingga ke Labuan Baru. Soal keindahannya memang sudah lama diketahui, hanya saja akses untuk mencapai ke Batu Nago tergolong cukup sulit, sehingga Batu Nago tidak begitu sering untuk didatangi.

“Soal keindahan pantai, mulai masuk dari Teluak Kasai akan disungguhkan dengan putihnya pasir, dan indahnya hamparan ombak. Begitu juga di sekitar Batu Nago, juga memiliki pantai yang indah, tetapi tidak dikelola dengan baik,” jelasnya, Minggu (10/9/2017).

Ia menyebutkan, khusus di lokasi Batu Nago, selain bisa menikmati pantai yang indah, dari sana juga bisa memandang ke lokasi wisata Pantai Carocok. Bahkan cukup banyak ikan-ikan kecil yang terlihat berenang di pinggir ombak-ombak yang tengah mendayu tersebut.

“Ikan yang sering terlihat di sini ada ikan todak, dan terkadang ada anak ikan hiu. Lalu juga terlihat cumi-cumi nya,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pemuda yang penasaran dengan lokasi Batu Nago itu, Aldi, yang datang langsung mengatakan, saat baru pertama kali berhasil sampai ke lokasi, hal yang membuat ia kagum ialah birunya hamparan air laut.

“Wah indahnya, pasir putih, airnya jernih dan biru. Ombaknya tenang, rasanya ingin berendam di pantai ini,” ujarnya.

Aldi menilai, jika Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bisa membuat akses jalan yang layak ke daerah Labuan Baru Taluak Kasai itu, maka dapat dipastikan akan ada wisata pantai baru di Pesisir Selatan.

Bahkan, dari Pantai Carocok, Pulau Cingkuak, dan kini yang tengah dihebohkan Wisata Mandeh Tarusan, Batu Nago sepertinya memiliki potensi yang cukup bagus. Keindahan pantai dan pemandangan yang indah, akan mampu menjadi daya tarik pengunjung, apalagi adanya cerita rakyat tentang Batu Nago.

“Saya rekomendasikan tempat ini untuk dijadikann wisata baru di Pesisir Selatan. Tapi, semoga pemerintah mengelola potensi yang ada ini,” harapnya.

Lihat juga...