Bangka Tengah Butuh Rp250 Miliar untuk Infrastruktur

KOBA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memerlukan dana sekitar Rp250 miliar untuk pembangunan infrastruktur yang rusak akibat banjir pada 2016.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Banka Tengah, Hassan Basri, mengatakan, setidaknya perlu biaya sekitar Rp250 miliar untuk pembangunan infrastruktur yang rusak, sementara sampai saat ini pemerintah daerah baru mendapatkan gelontoran dana sebesar Rp15 miliar dari pemerintah pusat.

“Dana tersebut untuk pembangunan sejumlah proyek fisik, seperti pembangunan jembatan yang ambruk di Desa Romadhon, Kecamatan Sungaiselan, kemudian pembangunan jembatan rusak di Desa Pedindang, Kecamatan Pangkalan Baru, dan pembangunan infrastruktur di beberapa titik,” katanya, Sabtu (16/9/2017).

Ia menyebutkan, dana yang bersumber dari Provinsi Babel yakni untuk pembangunan jembatan di Desa Kretak, Kecamatan Sungaiselan dan jembatan di Desa Lampur, sementara dana kabupaten untuk pembuatan jembatan putus di Dusun Magelang, Desa Lubuk Pabrik, Kecamatan Lubuk Besar.

“Ada sejumlah jembatan yang putus dan ambruk sudah selesai dan sedang dibangun baik yang menggunakan dana provinsi maupun kabupaten. Untuk Desa Romadon sudah selesai, termasuk di Pedindang,” ujarnya lagi.

Dia mengatakan, pemerintah daerah tetap mengusulkan dana pembangunan kerusakan fisik yang sebelumnya sudah pernah diverifikasi ke pemerintah pusat untuk membangun fasilitas umum yang mengalami kerusakan fisik lain akibat bencana banjir tersebut.

“Walaupun usulan sudah pernah kami sampaikan dan sebagian belum dikabulkan, namun kami usulkan kembali supaya dibantu pada 2018,” ujarnya.

Ia mengatakan, banjir besar yang terjadi pada 2016 mengakibatkan daerah itu mengalami kerugian materi cukup besar dan kerusakan banyak terjadi pada jembatan yang ambrol.

“Rata-rata kerusakan terjadi pada infrastruktur jembatan dan merata terjadi semua atau pada enam kecamatan di daerah ini. Perlu waktu yang lama untuk memulihkan kembali kondisi bangunan fisik yang rusak tersebut,” katanya. (Ant)

Lihat juga...