Tujuh Raja Nusantara Kumpul di Bali Gaet Investor dan Turis Asing

DENPASAR — Tujuh raja dan sultan se-Nusantara berkumpul di Bali untuk menggaet wisatawan mancanegara hingga investor asing pada sektor pariwisata seni dan budaya.

Para raja dan sultan dari berbagai daerah itu juga berkumpul sembari merayakan Hari Ulang Tahun ke-72 Republik Indonesia. Tujuh kerajaan dan kesultanan itu bersatu padu dalam “Timeless Indonesia Festival” di Pantai K-Land, Desa Kelan, Kabupaten Badung, Bali, yang dibuka sejak Sabtu sore kemarin (19/8/2017).

Herlinda Sihaan Ketua Yayasan Konderatu/ Foto: Sultan Anshori

Ketua Yayasan Konderatu, Herlinda Siahaan mengatakan, Timeless Indonesia Festival ini dilakukan untuk memperkenalkan destinasi lain yang baru di Nusantara di luar Bali. Tujuannya, Bali ingin membantu destinasi wisata lain agar lebih dikenal oleh pelancong mancanegara.

“Kami mengundang 400 turis dari China. Dari jumlah tersebut terdapat 88 investor dari beberapa negara. Itu dimaksudkan agar mereka bisa melihat kekayaan Indonesia,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan untuk saat ini, sebanyak tujuh kerajaan dan kesultanan yang hadir. Kerajaan Sumedang Larang, Kerajaan Buleleng, Kerajaan Klungkung, Kesultanan Deli, Kedatuan Luwu, Kerajaan Minangkabau, dan Kesultanan Cirebon.

Targetnya jumlah turis yang datang ke destinasi lain di Nusantara bisa menembus setengah dari kunjungan wisatawan asing ke Bali.

“Bali tidak pernah kekurangan turis. Kehadiran investor diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bali dan nasional,” tuturnya.

Raden Guy Lesmanasadu Syafaruddin, Ketua Rukun Wargi atau Kerajaan Sumedang Larang, menuturkan kebudayaan harus terus hidup. Kerajaan Sumedang Larang menurutnya merupakan kelanjutan dari Kerajaan Padjadjaran.

“Kami datang hampir 100 keluarga dari Sumedang. Sumedang menjadi pusat kebudayaan Sunda. Kita kaya akan budaya sehingga dapat mendatangkan turis asing yang dapat meningkatkan perekonomian,” kata dia.

Senada, Ida Dalem Semara Putra, Raja Klungkung Bali mengungkapkan, festival ini dimaksudkan untuk membantu mempromosikan destinasi wisata di luar Bali, supaya diketahui oleh wisatawan mancanegara.

“Kami tuan rumah. Kami akan kembangkan pariwisata terutama di Nusa Penida yang belum banyak diketahui,” paparnya.

Selain pertunjukan dari tujuh kesultanan dan kerajaan, TIF juga akan dimeriahkan dengan pameran kebudayaan “Gallery Gerbang Nusantara”. Pameran di Gallery Gerbang Nusantara mengutamakan pameran destinasi pariwisata setiap provinsi. Di dalamnya terdapat pameran benda-benda bersejarah, pameran UKM dari tiap-tiap provinsi, pameran wisata alam, workshop kerajinan, kuliner Nusantara dan talk show seni dan budaya.

Rencananya festival serupa akan kembali digelar pada Maret 2018 dengan menggandeng tujuh kerajaan dan kesultanan yang berbeda. Festival tersebut bakal digelar rutin hingga 5 tahun mendatang.

Lihat juga...