Memanjakan Tubuh dengan Kesejukan Mata Air Pegunungan Suranadi Lombok

LOMBOK — Cuaca panas menyengat akibat musim kemarau yang sudah mulai masuk seperti sekarang, selain terasa membakar kulit, juga mengakibatkan badan terasa gerah dan berkeringat.

Dalam kondisi cuaca panas seperti ini, pernahkan anda membayangkan bisa berada di suatu tempat yang di dalamnya terdapat kolam pemandian dengan kondisi alam hijau dan menyejukkan.

Taman dan kolam pemandian alam Suranadi, Desa Suranadi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) misalkan, merupakan kolam pemandian dengan air yang bersumber dari mata air alam pegunungan Sesaot Lombok Barat.

Membuat air kolam pemandian tampak biru dan segar, sangat cocok sebagai tempat melepas penat dengan mandi atau berendam memanjakan diri dengan sejuknya air kolam.

“Airnya sejuk sekali untuk kita mandi, mungkin karena bersumber dari mata air pegunungan, badan rasanya segar, asik sebagai tempat menghilangkan penat setelah selama seminggu disibukkan dengan aktivitas pekerjaan,” kata salah satu pengunjung, Dedi, Minggu (20/8/2017).

Selain air yang sejuk, sekitar kolam dikelilingi pepohonan lebat dan hijau, sehingga selain bisa mandi, pengunjung juga bisa menikmati keindahan alam dan pepohonan sekitar atau bisa juga mengabadikan dengan kamera.

Mata air yang banyak menyembur disekitar kawasan hutan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pemandangan wisata alam dan kolam pemandian Suranadi Lombok.

Beberapa sumber mata air bahkan memiliki nama tersendiri diantranya pemandian Teratai, pemandian Pembersihan dan pemandian Pura Luar. Semuanya bisa dinikmati wisatawan untuk mandi karena sudah dibuat dalam bentuk kolam yang tertata rapi.

Mitos Kolam Pemandian Suranadi

Selama berada taman dan kolam pemandian Suranadi, selain keindahan hutannya kita juga akan disuguhkan eksotik bangunan tempat peribadatan umat Hindu yaitu bangunan pura di sekitar taman.

Komang Srigatha, warga Desa Suranadi mengatakan, perpaduan antara hutan, mata air dan pura tempat ibadah inilah yang menguatkan cerita leluhur bahwa Suranadi adalah tempat pemandian para Dewa di zaman dulu.

“Suranadi itu berasal dari dua kata yakni Sura berarti Dewa dan Nadi yang berarti Sungai,” kata Komang.

Di Desa Suranadi sendiri terdapat dua kelompok masyarakat, yaitu masyarakat beragama Islam dan Hindu, selama puluhan tahun mereka tetap hidup rukun berdampingan.

Taman dan Kolam Pemandian Suranadi lokasinya cukup dekat. Kalau dari Kota Mataram butuh waktu 30 menit dan dari Lombok Internasional Airpot memakan waktu sekitar 1,5 jam.

Hanya dengan membayar tiket masuk 15 ribu rupiah pengunjung sudah dapat menikmati wisata alam hutan Suranadi dan berkeliling di hutan seluas 52 Ha sepuasnya.

Lihat juga...