Tiga Mahasiswa UB Ikut Ekspedisi Pendakian Gunung Elbrus, Rusia

MALANG — Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (IMPALA) UB
melakukan ekspedisi pendakian Gunung Elbrus di Rusia. Ketiga mahasiswa tersebut dilepas oleh Rektor UB Prof. Muhammad Bisri di gedung rektorat UB.

Ketiga pendaki yang akan menakhlukkan puncak gunung Elbrus yakni Sholahuddin Yazid dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Gede Krisna Adiwiradarma dari Fakultas Pertanian (FP) dan Anggota Kehormatan yakni Endah Purwa Hadipranoto.

Gede Krisna mengatakan, gunung Elbrus merupakan salah satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia atau yang sering disebut seven summit.

“IMPALA sendiri sudah lama sekali tidak mendaki sejak tahun 1986 setelah mendaki gunung Cartenz piramida yang merupakan puncak tertinggi di Asia tenggara,” ungkapnya, Jumat (4/7/2017).

Gede menjelaskan persiapan yang telah dilakukan untuk mencapai puncak gunung Elbrus yakni fisik dengan melatih jantung, paru-paru dan organ lainnya dengan cara berlari dan berenang. Kemudian latihan khusus mengenai metode atau cara-cara pendakian di gunung es seperti melakukan simulasi-simulasi yang nanti akan diterapkan disana.

“Kita sudah melakukan simulasi aklimatisasi untuk menyesuai diri dengan lingkungan sekitar. Dimana kalau di Indonesia adalah negara tropis sedangkan di Elbrus Rusia merupakan negara empat musim,”jelasnya.

Lebih lanjut Sholahuddin menyampaikan simulasi terakhir dilakukan di gunung Semeru. Disana selama dua hari mereka mencoba dua kali mencapai puncak gunung Semeru.

“Pada hari pertama kita mendaki dari Kali Mati sampai puncak Semeru memakan waktu enam jam setelah itu kembali lagi ke Kalimati. Di hari kedua kita mendaki dari Kali Mati sampai puncak Semeru dengan memakan waktu empat jam setelah itu kembali lagi ke Kalimati,” terangnya.

Menurutnya untuk dapat mendaki hingga mecapai puncak Elbrus nantinya mereka akan menggunakan strategi perlahan tapi tidak berhenti.

“Targetnya nanti kami bisa sampai ke puncak gunung Elbrus pada tanggal 16 Agustus untuk kemudian keesokan harinya bisa menancapkan bendera Merah Putih tepat tanggal 17 Agustus,” ujarnya.

Sementara itu Rektor UB Muhammad Bisri sebelum melepas peserta pendakian ekpedisi gunung Elbrus mewanti-mewanti mereka untuk tetap menjaga nama baik.

“Dalam kegiatan ekpedisi ini kalian tidak hanya membawa nama Brawija dan kota Malang saja, tetapi juga membawa nama bangsa Indonesia. Jadi kalian harus benar-benar bisa menjaga nama baik Indonesia,” tuturnya.

Selain itu M. Bisri juga mengingatkan para pendaki untuk tetap berpegangan pada kode etik Pecinta Alam dan selalu ingat Tuhan.

Lihat juga...