Sindhunata: Kekayaan Bahasa tak Pernah Habis Dikuras

YOGYAKARTA – Penulis novel yang juga dikenal sebagai sastrawan nasional Sindhunata atau akrab disapa Romo Sindhu menyebut, karya sastra memiliki posisi sangat vital dalam mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari sisi bahasa, sastra dinilai menjadi lambang identitas sekaligus ekspresi identitas bangsa.

“Kekayaan bahasa kita tidak akan pernah habis dikuras sampai kapan pun. Sastra saya kira berfungsi untuk itu. Karena bahasa merupakan lambang identitas bangsa sekaligus ekspresi identitas bangsa,” ujarnya di sela acara Sinergi Sastra dan Puisi Kamardikan di Seyegan, Sleman, Selasa (29/8/2017).

Menurut penulis novel Anak Bajang Menggiring Angin itu, lewat sastra segala hal yang kelihatannya logis bisa betul-betul dapat dipikirkan sebagai suatu intuisi, keprihatinan serta curhatan hati yang berlainan dengan logika kehidupan biasa.

Sastra juga dinilai dapat menjadi alternatif dalam menawarkan kegelisahan dan kemajuan zaman secara terus menerus. Termasuk dalam melakukan kritik yang memang diperlukan.

“Sehingga masyarakat dapat betul-betul bergerak menuju cita-cita yang semakin sempurna,” katanya.

Ia sendiri menilai, sampai saat ini tidak ada hal yang dikatakan menghambat kehidupan sastra di Indonesia. Justru kehidupan sastra semakin tumbuh dan berkembang seiring semakin banyaknya kantong-kantong sastra bermunculan di mana-mana, melalui berbagai komunitas sastra yang ada.

“Munculnya komunitas sastra ini sangat positif. Karena semua kegelisahan maupun keprihatinan dapat dimunculkan dan disalurkan. Semoga ke depan terus demikian,” katanya.

Meski begitu Romo Sindhu berharap agar para sastrawan maupun seniman pada umumnya, dapat terus mendapatkan suasana kebebasan yang semakin menjamin. Jangan sampai kebebasan itu dihambat oleh apa pun termasuk oleh gerakan kelompok masyarakat tertentu.

“Saya berharap semua dapat saling mendukung secara bersama-sama untuk tumbuhnya kebebasan berkesenian dan bersastra. Karena dengan kebebasan kita bisa menjadi kreatif,” tutupnya.

Lihat juga...