Produksi Kopi Sumbar Mencapai 15 Ribu Ton Per Tahun
PADANG — Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumatera Barat (Sumbar) Candra mengatakan saat ini hasil produksi kopi di Sumbar yang terdata sebanyak 15000 ton per tahun. Jumlah tersebut, diperkirakan bisa lebih, karena masih ada sejumlah petani kopi yang belum didata oleh pemerintah.
Ia menyebutkan, jenis kopi asal Sumbar yang telah dipasarkan hingga ke negara Eropa merupakan jenis kopi arabica dan kopi robusta. Untuk kopi arabika Sumbar sendiri memiliki rasa yang bervariasi, seperti ada rasa lembut, manis, dan aroma kopi yang sangat kuat.
Menurutnya, di Sumbar malah memiliki tujuh daerah penghasil kopi yang nikmat dibeberapa daerahnya, di antaranya Kabupaten Solok, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Tanah Datar.
“Jadi masing-masing daerah itu memiliki rasa kopi yang berbeda-beda dan rasa arabika yang berbeda pula. Hal ini dikarenan adanya pengaruh tanah dan alam suatu daerah,” jelasnya, Rabu (2/8/2017).
Candra mengakui kopi yang ada di Sumbar tidak memiliki gangguan hama, hanya saja cukup banyak petani kopi di Sumbar yang kurang melalukan perawatan yakni pemupukan. Ia menilai, salah satu cara untuk mendapatkan buah kapi yang bagus perawatan dan pemupukan harus dilakukan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menginginkan Sumbar menjadi pasar bagi pecinta kopi. Karena, Sumbar sudah banyak menghasilkan produksi kopi dibeberapa daerah dengan beragam cita rasa yang berbeda.
“Dari tujuh kopi yang saya cicipi. Rasanya beda-beda. Bahkan, dari aromanya saja kopi Sumbar tak kalah dari daerah lain,” ujarnya, usai mencoba sejumlah racikan kopi Sumbar.

Dikatakannya, Sumbar yang saat ini tengah gencar-gencarnya dalam mempromosikan pariwisata. Sehingga, sangat diperlukan menyuguhkan kopi kepada pengunjung yang datang ke Sumbar. Hal tersebut merupakan peluang besar menjadikan kopi Sumbar terkenal d ikancah dunia.
“Jadi dengan disuguhkan kopi kepada wisatawan setiap berkunjung ke Sumbar. Maka, akan meningkatkan perekonomian masyarakat serta mensejahterkan petani kopi,” katanya.
Selain itu, Wagub juga meminta Bupati/Walikota serta intasni terkait melihat kopi sebagai sebuah peluang. Sehingga, jika ada lahan kosong untuk ditanami kopi. Nasrul menegaskan untuk mewujudkan hal itu, Pemprov Sumbar bersedia mendukung dengan menfasilitas mendapatkan bibit kopi yang berkualitas untuk diberikan kepada pemilik kebun.
“Tidak ada salahnya, mencari peluang untuk menanam kopi. Karena, kopi ini sangat disukai semua kalangan baik muda maupun tua. Jadi nanti setiap daerah akan memiliki ciri khas kopi masing,” tandasnya.