JAKARTA – Presiden Joko Widodo menerima para perwira tinggi serta menengah TNI dan Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.
Komisaris Besar (Pol) Krishna Murti usai bertemu Presiden menyebutkan, ada 20 perwira yang dipanggil dan 10 di antaranya dari Polri untuk mendapatkan pengarahan.
“Arahan Presiden yang pasti beliau mengatakan soal tingkat kepercayaan publik yang meningkat terhadap pemerintah. Lanjut beliau, bagaimana sekarang Polri memberi kontribusi dalam kaitan itu. Karena itu pula beliau minta itu dijaga,” kata Krishna kepada wartawan.
Krishna yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Pembangunan Kapasitas Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional Polri ini mengatakan, kepercayaan publik terhadap pemerintah Indonesia ditunjukkan dari survei-survei, baik dari survei lokal maupun internasional, seperti survei Gallup yang menempatkan Indonesia peringkat satu kepercayaan publik terhadap pemerintahnya. Ini harus dijaga.
Menurut Krishna, Polri berkewajiban untuk menjaga hal tersebut dari berbagai aspek, mulai dari pelayanan, Kamtibmas, dan penegakan hukum.
Mantan Wakapolda Lampung ini juga mengungkapkan, pesan Presiden yang menyatakan soal tantangan Indonesia saat ini yang begitu kompleks.
“Dari mulai tantangan keamanan, karena kunci stabilitas pemerintah kan salah satunya keamanan. Keamanan harus dijaga,” kata Krishna.
Dia juga mengungkapkan pesan Presiden terkait tantangan keamanan lain, yaitu masalah terorisme di dunia dan masalah hoax.
“Beliau menyampaikan tantangan keamanan, yang pasti terorisme dan radikalisme itu tantangan di seluruh muka bumi. Juga membicarakan perkembangan teknologi dan sosial media yang termasuk di dalamnya,” ungkapnya. (Ant)