Personel dan Peralatan Pos SAR Maumere Perlu Ditambah
MAUMERE — Personel dan peralatan yang ada di Pos SAR (Search and Rescue) Maumere sangat terbatas sehingga perlu mendapat penambahan agar bisa melayani pencarian dan penyelamatan setiap kecelakaan laut dan darat yang terjadi di Flores dengan lebih cepat.
Demikian disampaikan anggota komisi V DPR RI Daerah Pemilihan NTT I meliputi Flores, Lembata dan Alor H.Syahrulan Pua Sawa saat berkunjung ke Pos SAR Maumere, Rabu (23/8/2017) siang.
Dikatakan Syahrulan, gedung untuk Kantor Pos SAR Maumere memang sudah bagus namun karyawannya masih kurang. Begitu juga peralatannya masih belum memadai sehingga dirinya berjanji akan memperjuangkan untuk diadakan penambahan karyawan dan peralatan pada 2018 nanti.
“Untuk melayani 6 kabupaten di Flores tentu tenaga kerja yang dimiliki masih sangat kurang apalagi peralatannya juga sehingga sering terlambat tiba di lokasi dalam melakukan penyelamatan,” ungkapnya.
Selain itu Syahrulan juga berjanji akan memperjuangkan agar para karyawan yang masih berstatus karyawan kontrak bisa diangkat menjadi pegawai negeri sebab wilayah kerja mereka sangat luas dan melayani banyak kecelakaan.
“Mudah-mudahan pada 2018 kita bisa mendapat penambahan personil dan peralatan dan saya juga akan berjuang agar statusnya dinaikan menjadi kantor bukan lagi sekedar pos saja,” ungkapnya.

Ridwan Dwi. P Kordinator Pos SAR Maumere kepada Cendana News mengakui, anggota yang bertugas di Pos SAR Maumere sebanyak 9 orang. Jumlah itu melayani Kabupaten Ngada, Ende, Sikka, Flores Timur dan Lembata dengan sarana dan pra sarana yang juga terbatas.
Ridwan menjelaskan,Pos SAR Maumere hanya memiliki sebuah tangga sepanjang 12 meter dan kendaraan roda 4 cuma 3 di mana satu truk angkut personel serta dua rescue car untuk penyelamatan di darat.
“Kalau di laut kami memiliki sebuah Rigid Inflatable Boat (RIB) perahu berbahan dasar karet dan fiber glass, yang dilengkapi kemudi, yang digunakan sebagai sarana pencarian dan pertolongan di area perairan atau laut; dua perahu karet dan ada alat selam,” ungkapnya.
Untuk 9 kabupaten di Flores sebut Ridwan idealnya paling sedikit memiliki 50 orang karyawan dan sudah seharusnya Pos SAR di Maumere ditingkatkan statusnya menjadi Kantor SAR Maumere.
“Saat ini total karyawan di Pos SAR Maumere dan Labuan Bajo hanya 20 orang saja sehingga tentunya sangat minim bila harus melakukan pertolongan bila terjadi bencana yang tersebar di beberapa kabupaten,” pungkasnya.